Tuesday, 14 September 2010 TAHUKAH Anda,saat anak tidur adalah saat yang terbaik bagi otak anak untuk berkembang.Untuk itu, biarkan anak mendapatkan tidur yang nyenyak.Tidur nyenyak pun salah satu indikator bahwa anak Anda sehat. Tidur nyenyak adalah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan agar anak tidak rewel. Bisa dikatakan, menidurkan anak supaya tertidur dengan nyenyak adalah hal yang mudah,namun terkadang sulit untuk dilakukan. Tidur nyenyak atau yang bisa juga disebut dengan non-REM (rapid eye movement) ditandai dengan keadaan sangat santai,rileks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur, dan hampir tidak bermimpi. Bayi yang dalam keadaan tidur nyenyak, biasanya sulit untuk dibangunkan. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seperti tidur yang nyenyak, orang tua harus pahami dulu waktu tidur anak. Dokter ahli RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist) dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran,Dr Andreas A Prasaja, meminta agar orang tua mengenali anak pada jam tidurnya.Misalnya dengan mengenalkan aktivitas-aktivitas tertentu sebelum tidur, seperti membacakan cerita atau mendengarkan musik saat tidur atau dengan menggelapkan suasana kamar dan menyalakan lampu tidur. “Jika aktivitas tersebut selalu dilakukan sebelum tidur, maka anak tahu bahwa pada malam hari saat dirinya dibacakan cerita, itu berarti waktunya ia untuk tidur,” tutur dokter lulusan Universitas Atma Jaya ini. Andreas mengatakan, kebanyakan ibu atau orang tua hanya menidurkan anak jika anak mengantuk, atau saat anak rewel justru anak dipaksa tidur, padahal rewel banyak penyebabnya, seperti lapar atau sakit. “Orang tua yang harus mengarahkan anak untuk tidur. Untuk itu,kenali jam biologis anak,”tutur dokter yang akrab disapa Dr Ade ini. Ade menyarankan, sebaiknya orang tua dapat memilih jam yang baik untuk tidur anak atau menentukan kapan anak harus tidur,seperti menjelang magrib. Jika anak rewel sebelum tidur,orang tua juga harus cari tahu penyebabnya. Untuk pemilihan kamar, sebaiknya dipisahkan antara kamar tidur dan kamar bermain. Jangan biarkan di dalam kamar tidur terdapat banyak mainan anak. Kalau terlalu banyak mainan, yang ada anak nanti tidak mau tidur.Usahakan juga agar anak dibiasakan tidur sendiri agar anak menjadi mandiri. Saat anak rewel sebelum tidur, orangtua bisa menggendongnya terlebih dahulu,tetapi jangan sampai tertidur agar anak tidak terbiasa digendong sebelum tidur dan melatih anak supaya mau tidur di tempat tidur. Supaya anak tidur dengan nyenyak, bayi juga harus aman dan nyaman.Perhatikan keadaan tempat tidurnya.Jangan menidurkan bayi di tempat yang terlalu tinggi.Perhatikan pula kenyamanan pakaiannya, popok, dan perlengkapan lain. “Disarankan untuk orang tua, jangan mengubah posisi tidur bayi karena bayi akan kaget sewaktu terbangun,”pesan dokter yang mengambil pendidikan Sleep Medicine & Technology Sydney University di Australia ini. Spesialis saraf anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Dwi Putro Widodo SpA (K) MMED (Clean Neurosci), menambahkan, saat mendapatkan bayi tertidur dengan lelap, menjadikan perasaannya pun ikut tenang dan nyaman. ”Saat tidur terlelapnya itu, anak mendapatkan pertumbuhan otak yang paling baik, terutama pada saat dalam masa tidur dalam,” kata dokter yang sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) ini. Dwi mengatakan, perkembangan otak anak bisa didapat dari tiga faktor, yaitu faktor genetik, faktor stimulasi nutrisi, dan faktor kualitas tidur. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas,bisa didapat pada saat anak sedang tidur dalam. Itu karena pertumbuhan otak cepat sekali saat anak tidur dalam, yang hanya didapatkan selama 1/3 dari keseluruhan waktu tidur. ”Umumnya, tidur dalam didapat saat jam pertama,” papar dokter lulusan Universitas Indonesia. Tidur dalam dicirikan dengan anak tertidur dengan lelap, nyenyak, dan tenang yang berujung pada kepuasan saat terbangun. Dan, terdapat hubungan antara nutrisi dan kualitas tidur, yaitu didapat dari serotin yang memengaruhi tidur untuk menstimulasi otak. Bayi yang mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisiknya, melainkan pada sikapnya keesokan hari. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel.Bahkan,berpengaruh juga pada orang tuanya. Bayi yang tidur pulas, maka orang tuanya pun tidak terganggu sehingga juga memiliki tidur yang berkualitas. (inggrid namirazswara) link: http://www.seputar-indonesia.... | Tuesday, 14 September 2010 | | PERHATIKAN posisi tidur bayi Anda karena jika mengabaikan posisi tidurnya, tidak terlalu baik untuk kesehatan, bahkan bisa memicu timbulnya sudden infant death syndrome(SIDS). Dokter ahli RPSGT (registered polysomnographic technologist) dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Dr Andreas A Prasaja, mengatakan, agar anak tidur dengan nyaman, sebaiknya harus memperhatikan posisi tidurnya. Posisi tidur yang salah, seperti tengkurap, bisa membuat bayi kesulitan bernapas. Sebaiknya jangan menyimpan bantal terlalu banyak di sekitar anak karena untuk keamanannya juga. Saat anak tertidur, posisi anak bisa berubah sehingga bantal pun bisa tergeser dan akhirnya menutupi lubang pernapasan anak. “Menaruh bantal yang terlalu banyak, dikhawatirkan bisa menutup pernapasannya dan menyebabkan terjadinya SIDS,” paparnya. Sindroma kematian bayi mendadak atau SIDS umumnya terjadi saat bayi berumur dua bulan sampai satu tahun, bahkan ada yang mengalaminya saat bayi berumur empat hari. Tidur tengkurap menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan, penelitian pun mengatakan hal yang demikian, yaitu perubahan posisi tidur anak (dari tengkurap menjadi telentang) secara signifikan menurunkan angka kejadian SIDS di seluruh dunia. Spesialis anak dari Rumah Sakit Bunda Menteng,Dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS,menyebutkan, jika dilihat dari posisi tidur bayi yang tengkurap, sebenarnya memiliki keuntungan yang baik, yaitu dengan tengkurap, maka bayi akan bisa menggerakkan kepala yang bagus untuk pertumbuhannya. Namun, jika saat tengkurap kepala bayi berada pada posisi langsung menelungkup pada bantal, maka itu yang salah. Jadi, yang harus dilakukan adalah dengan membenarkan posisi bayi tengkurap. ”Dua sampai tiga menit bayi tidak napas, dan tidak diketahui orang tua, maka ‘lewatlah’ bayi,” ucapnya. SIDS yang merupakan penyebab kematian bayi baru lahir nomor tiga di dunia ini memiliki sebab beragam, di antaranya ibu perokok,bayi tidur di tempat yang terlalu lembek, juga kurangnya perawatan saat hamil. Fakta menyebutkan,SIDS merupakan penyebab kematian yang paling sering ditemukan pada bayi yang berusia 2 minggu-1 tahun dengan kasus 3 dari 2.000 bayi mengalami SIDS. Untuk menghindari risiko terjadinya SIDS,Tiwi menyarankan untuk melakukan pengecekan terhadap ventilasi di sekitar ruangan seperti rumah dan kamar. Dan, sebaiknya menggunakan kipas angin untuk mendapatkan perputaran oksigen yang lebih baik. ”Baik orang dewasa, terutama bayi, harus mendapatkan perputaran udara yang baik,” sebutnya. (inggrid namirazswara) |
link: http://www.seputar-indonesia.... | Tips agar Anak Nyenyak Tidur | | | | Tuesday, 14 September 2010 | | APABILA bayi tertidur dengan nyenyak, maka baik orang tua dan bayi akan mendapat kualitas tidur yang baik. Jadi, segera cari cara agar bayi Anda dapat tidur dengan nyenyak. Berikut beberapa tips agar bayi dapat tidur dengan nyenyak : • Lakukan ritual sebelum tidur. Di antaranya dengan berganti piyama, cuci kaki, menggosok gigi, meredupkan lampu, berdoa, ataupun membacakan cerita. • Biasakan waktu tidur yang teratur. Jangan lakukan kegiatan yang berlebihan sebelum tidur. • Ajarkan anak untuk tidur sendiri, dan yakinkan kalau Anda tidak berada jauh dari kamar tidurnya. • Siapkan kamar tidur anak agar nyaman, tetapi tidak boleh ada TV. Cegah SIDS Walaupun SIDS tidak sering terjadi, SIDS harus dicegah. Berikut beberapa tips mengurangi risiko terjadinya SIDS : • Selalu posisikan bayi dengan posisi telentang ketika tidur. Jangan menidurkan bayi (terutama untuk usia di bawah 6 bulan) dengan posisi tengkurap. • Untuk 6 bulan pertama, bayi sebaiknya ditidurkan di dalam keranjang bayi. Jangan ditidurkan bersama atau di sebelah orang tua karena bayi dapat terdekap oleh tubuh orang tuanya. • Perhatikan sirkulasi di tempat bayi tidur. Pilih tempat yang memiliki sirkulasi yang baik sehingga perputaran oksigen berjalan dengan benar. • Kasur ranjang bayi sebaiknya dibuat dari bahan yang cukup keras. Hindari tidur bersama dengan bayi di sofa atau di kursi malas karena berisiko terdekap. (Inggrid) |
link: http://www.seputar-indonesia....
|