Lab TidurSleep Disorder Clinic, Solusi Atasi Gangguan Tidur

Informasi Mendengkur, dengkur, ngorok, sleep apnea, mengantuk, insomnia, CPAP, Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2014 September
2013 May
2013 March
2013 January
2012 December
2012 November
2012 October
2012 June
2012 March
2012 February
2011 October
2011 August
2011 July
2011 June
2011 May
2011 March
2011 February
2011 January
2010 December
2010 November
2010 October
2010 September
2010 August
2010 June
2010 May
2010 April
2010 February
2010 January
2009 December
2009 November
2009 October
2009 September
2009 August
2009 July
2009 June
2009 May
2009 April
2009 March
2009 February
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Unduh Catatan Tidur
Tanya Dokter Anda
Mitra Keluarga
American Academy of Sleep Medicine
sehat-online
Rumah Sakit Mitra Kemayoran
Kelompok Tidur Sehat, Facebook

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images

Sponsored
Create a Blog!



Sleep Disorder Clinic, Solusi Atasi Gangguan Tidur
05.18.10 (5:32 am)   [edit]

HEALTH CHECK, Tabloid Mom & Kiddie, Edisi 20 TH IV (26 April - 9 Mei 2010)

 

RS Mitra Kemayoran Jakarta

Sleep Disorder Clinic, Solusi Atasi Gangguan Tidur

 

Teks: Dian Wisudani         Foto: Aris Margono

 

Pernahkah Anda merasa kantuk berlebih pada siang hari? Selalu merasa lelah? Apakah daya ingat Anda menurun atau konsentrasi menurun? Apakah vitalitas dan motivasi Anda terasa menurun? Atau tidur Anda mendengkur? Tenang! Kini telah hadir Sleep Disorder Clinic dengan slogan One Stop Diagnostic and Treatment di RS Mitra Kemayoran Jakarta akan membantu Anda mengatasi segala gangguan tidur. Benarkah? Seperti apa ya terapi? Yuk simak, kutipan berikut!

 

Klinik Tidur Pertama di Indonesia

Berangkat dari kurangnya perhatian masyarakat kita terhadap kesehatan tidur, RS Mitra Kemayoran Jakarta berinisiatif membuka Laboratorium Tidur (Sleep Laboratory). Tepatnya, tahun 2002 Laboratorium Tidur resmi dibuka. Sayang, saat itu belum ada dokter yang khusus menangani kesehatan tidur. Sehingga fungsi Laboratorium Tidur belum berjalan optimal. Laboratorium Tidur mulai dikembangkan menjadi Klinik Gangguan Tidur (Sleep Disorder Clinic) sebagai klinik terpadu pertama di Indonesia yang memberikan perhatian khusus dalam menangani gangguan tidur sejak kehadiran dr. Andreas Prasadja, RPSGT. Semua ini berawal dari dirinya yang diperkenalkan kedokteran tidur oleh pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Kebetulan saat itu, rumah sakit sudah memiliki laboratorium tidur namun belum ada dokternya. Akhirnya, dr. Andreas diminta untuk mempelajarinya. Singkat cerita pria kelahiran 16 Mei 1975 silam ini berhasil mengikuti ujian tentang kesehatan tidur dan mendapatkan gelar RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist) di Amerika Serikat tahun 2008. Dan ternyata, dr. Andreas adalah dokter tidur pertama di Indonesia. So, Moms or Dads bahkan si buah hati yang punya masalah dengan gangguan tidur akan ditangani langsung oleh seorang dokter yang telah diakui kemampuannya baik di dalam maupun di luar negeri. Seru bukan!     

Di klinik ini, Moms or Dads juga si buah hati akan diberikan pelayanan seperti konsultasi, edukasi, pemeriksaan hingga perawatan secara lengkap untuk mengatasi berbagai gangguan tidur. Pun didukung perawat yang sudah terlatih khusus menangani pasien di klinik tersebut.

 

Dari Mendengkur Sampai Insomnia  

Gangguan tidur seperti mendengkur, sindroma tungkai gelisah, narkolepsia dan insomnia mendapat perhatian khusus klinik tersebut. Mendengkur misalnya, dianggap hal biasa bagi kebanyakan orang. Dengkuran yang keras sering diasosiasikan tidurnya sangat lelap. Tapi tahukah Anda ada bahaya yang mengancam dibalik dengkuran saat tidur. Bahaya ini tidak hanya mengincar orang dewasa, pun pada anak-anak harus diwaspadai. Bahaya tersebut dikenal dengan sebutan Obstructive Sleep Apnea (OSA) yakni henti nafas waktu tidur yang disebabkan oleh menyempitnya jalan nafas. Periode henti nafas yang terjadi akan mengakibatkan terpotongnya proses tidur. Hanya saja, pada orang dewasa akan tampak sebagai kantuk berlebih, pada anak-anak justru semakin aktif untuk melawan rasa kantuknya. Gejala-gejala OSA pada anak-anak diantaranya; mendengkur, tampak sesak saat tidur, kantuk berlebih pada siang hari, bernafas lewat mulut, pembesaran amandel dan adenoid, gelisah saat tidur, gangguan perilaku seperti sifat agresif, hiperaktif dan sulit berkonsentrasi.

OSA pada anak dapat mengganggu proses pertumbuhan. Karena, saat tidur dalam tubuh anak akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang penting dalam pengaturan tumbuh kembangnya. Proses tidur yang terpotong juga berakibat langsung pada kemampuan mental dan emosionalnya.

 

Pemeriksaan Polysomnography (PSG)

Sebelum menjalani terapi, alumnus UNIKA Atmajaya Jakarta ini menjelaskan bahwa pasien harus melakukan pemeriksaan Polysomnography (PSG) untuk menegakkan diagnosa gangguan tidur yang mungkin Anda atau si buah hati Anda derita. Juga sebagai pijakan awal menentukan terapi gangguan tidur (OSA misalnya) dan untuk mengevaluasi hasil terapi yang telah dilakukan. PSG mampu merekam segala sesuatu yang terjadi mulai dari saat pasien tertidur, melewati tahapan-tahapan tidur serta setiap proses perubahan nafas, tegangan otot, gerakan mata yang terjadi dalam setiap tahap tidur, hingga saat bermimpi dan akhirnya terbangun.

 

Tahap-tahap Pemeriksaan PSG

Pemeriksaan PSG tidak memerlukan persiapan khusus selain kondisi rambut yang bersih, pemakaian minyak rambut dan sejenisnya tidak diperkenankan. Pemasangan alat ini dilakukan pukul 21.00 WIB. Tapi pasien harus sudah berada dalam kamar pukul 19.00 WIB untuk beradaptasi terlebih dulu dengan suasana tidur yang baru. Esok paginya, pukul 06.00 WIB alat sudah dilepas dan pasien bisa langsung mandi untuk beraktivitas seperti biasa. Hasil perekaman akan dibaca dan dinilai oleh dokter untuk kemudian dibuatkan laporannya. Proses ini biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Pasien dapat bertemu kembali dengan dokter untuk mengambil hasil dan berkonsultasi tentang langkah selanjutnya. Jangan takut, pemeriksaan PSG tidak menyakitkan, Moms or Dads bahkan si kecil akan merasa aman dan nyaman.              

 

Dengkuran Hilang, Tidur pun Lelap

Setelah dilakukan pemeriksaan PSG bila hasilnya menunjukkan pasien menderita OSG atau sleep apnea dapat dimulai dengan cara konservatif seperti menurunkan berat badan, tidur miring, serta menghindari alkohol dan obat-obatan hipnotik. Jika dinilai kurang memadai, dilanjutkan dengan tindakan invasif atau pembedahan. Namun pilihan utama untuk merawat sleep apnea yakni dengan mengunakan masker hidung yang dihubungkan dengan unit Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).
dr. Andreas menuturkan, ada berbagai jenis masker yang digunakan pasien diantaranya:

1. Masker Hidung atau Nasal Mask.

Masker ini bisa menutupi hidung dengan sempurna dan menggunakan pengikat yang dapat menjaga masker tetap terpasang dengan baik selama tidur.

2. Masker Hidung & Mulut atau Full Face Mask.

Masker jenis ini biasanya hanya diberikan pada penderita sleep apnea yang bernafas melalui mulut, meski telah mengenakan masker hidung.

3. Masker Bantalan Hidung atau Nasal Pillows/Cushions.

Masker ini tidak menggunakan banyak pengikat ke kepala dan mempunyai bantalan khusus yang masuk ke lubang hidung. Biasanya digunakan oleh penderita yang memiliki rasa takut dengan penggunaan masker. Masker ini sering juga dipilih karena tidak terlalu banyak ikatan di kepala.

Biaya Terapi  

Penasaran ingin tahu berapa kocek yang musti keluar untuk sekali terapi? Memang tidak sedikit tapi bila dibandingkan dengan manfaat yang bisa Moms or Dads setelah menjalani terapi tidur ini. Biaya sekali pemeriksaan di laboratorium tidur berkisar 3 juta-an tergantung jenis gangguan tidur dan perawatannya. Tapi tidak semua gangguan tidur memerlukan pemeriksaan ini lho. Itupun diluar biaya obat bila memang diperlukan. Sedangkan biaya konsultasi cukup merogoh kocek sekitar 100 ribu-an rupiah.     

 

dr. Andreas Prasadja, RPSGT

Praktisi Kesehatan Tidur

Klinik Gangguan Tidur

(Sleep Disorder Clinic)

RS Mitra Kemayoran

Jl. HBR Motik, Kemayoran, Jakarta 10630

Telp. 021 – 6545555 (hunting)

Perjanjian Telp. 021 – 6545007 (Direct)

sleepclinic@mitrakeluarga.com



 


posted by: Yuli (reply)
post date: 06.28.10 (11:35 pm)

Wanita, 43 thn, riwayat DM dari th 2001 (sekarang terkontrol dg obat), kira2 selama 2 mggu ini mengalami oversleeping, tidur mlm paling tidak 9 jam, siang selalu mengantuk dan tertidur waktu bekerja, sangat mengganggu. Apakah ini termasuk hypersomnia dan perlukah saya diterapi di klinik dokter, terimakasih atas perhatiannya.



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 06.29.10 (7:12 pm)

Reply to:
Ibu Yuli yang baik. Gejala yang dialami amat mungkin berhubungan dengan gangguan tidur. Namun kita perlu menggali lebih dalam lagi. Mungkin saja ada kebiasaan tidur yang mengganggu.

Your Name:


Your Comment:


blog-indonesia.com
Google