Seorang Pasien Narkolepsi
Pagi ini saya kedatangan seorang pasien berkebangsaan Amerika dengan riwayat narkolepsi. Wow... amat jarang di Indonesia mendapati pasien dengan narkolepsi, apalagi dengan kondisi seperti dirinya. Tapi kegirangan saya begitu cepat berubah menjadi keprihatinan setelah mengevaluasi dirinya.
Di awal wawancara, dengan sopan ia memohon maaf jika tiba-tiba tertidur. Ini adalah salah satu tanda dari narkolepsi, kantuk yang amat sangat. Tak heran jika terkadang narkolepsi disebut juga serangan tidur.
Narkolepsi atau narcolepsy dalam bahasa Inggris mempunyai empat gejala utama (the classic tetrad) yaitu, kantuk berlebih, katapleksi, halusinasi hipnagogik dan lumpuh tidur.
Karena kantuknya, pria berusia 31 tahun ini membutuhkan beberapa tidur siang setiap hari. Ia akan tertidur tanpa bisa ditahan selama 20-25 menit, dan bangun dengan perasaan segar. Sayangnya dalam waktu satu atau dua jam dia sudah mengantuk kembali.
Di pagi hari, ketika akan bangun, ia mengalami halusinasi berupa pengalaman-pengalaman menyeramkan. Ini yang disebut halusinasi hipnagogik. Pada tahap ini tubuhnya turut melumpuh tak dapat digerakkan akibat lumpuh tidur.
Sedangkan di saat terjaga, ia sering kali harus malu akibat serangan katapleksi yang dialami. Katapleksi adalah serangan lumpuh yang dipicu oleh emosi yang kuat. Bisa berupa marah, takut, kaget atau gembira. Pada tahap awal, ia bisa tampak seperti orang bodoh karena otot-otot wajah yang melemah. Mulutnya membuka, dan lidahnya keluar. Jika ini berlanjut, misalkan karena lelucon yang amat lucu, ia bisa tiba-tiba terjatuh lunglai seolah tak ada tulang yang menahan tubuhnya. Tapi jangan salah, pada saat tersebut ia sama sekali tidak kehilangan kesadarannya. Setelah dibiarkan beberapa menit, ia dapat memulihkan kembali kontrol atas otot-ototnya, dan orang-orang disekitarnya bisa saja marah karena mengira ia berpura-pura semaput.
Banyak pengalaman konyol namun menyedihkan terjadi di sekitar dirinya. Misalkan karena terlalu terburu-buru hendak membonceng sepeda motor, tiba-tiba ia melemas dan terjatuh. Atau ketika di tempat keramaian ia terjatuh dan orang sekitarnya langsung memanggilkan ambulans, padahal ia tidak memerlukannya.
Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang misterius yang sampai kini belum dapat dipastikan penyebabnya. Namun kita tahu bahwa ia menyerang sistem pengaturan mimpi. Dalam tidur mimpi terdapat kesadaran mimpi dan pelumpuhan otot-otot besar sebagai pengaman agar kita tak berpolah sesuai mimpi. Nah, pada narkolepsi ini, gelombang tidur mimpi bisa sewaktu-waktu menyusup pada saat terjaga. Akibatnya seseorang bisa bermimpi saat sadar, atau berhalusinasi, dan bisa juga tiba-tiba melumpuh saat terjaga. Yang paling rawan adalah ketika berada di batas antara tidur dan sadar, seorang penderita biasanya mendapat serangan halusinasi yang khas yaitu berupa adanya sosok orang lain di kamar tidur.
Bagi pasien narkolepsi kita ini, ia amat menderita karena obat-obat yang dibutuhkannya dilarang dibawa masuk ke Indonesia. Para petugas salah menyangka obat methylphenidate sebagai methamphetamine (ekstasi.) Tetapi ia juga amat mensyukuri hidupnya, karena kini ia ditemani seorang istri Indonesia yang amat memperhatikan segala kekurangan dan kebutuhannya sebagai seorang penderita narkolepsi.
posted by: ening k (reply)
post date: 07.28.09 (8:27 am)
sejak saya lulus S2 (tahun 2002) saya juga didiagnosis oleh Prof Dr. Andradi terkena katapleksi
Pertama kali terserang katapleksi ketika saya dalam kondisi tidur, mimpi mengigau dan waktu dibangunkan saya tak bergeming tak bereaksi apapun. (kalau komputer diistilahkan "hang") namun saya sadar merasakan, mendengar. Hampir satu jam saya hang sampai suami saya panik sekali.
Sejak itu saya mulai sering "hang" di kantor, mall, taksi dsb.
Pengalaman saya, bila lagi kambuh saya merasa bahwa dengan kondisi relaks tidur terlentang lurus tanpa ada gangguan dan dengan sentuhan halus di kening,biasanya sangat cepat recoverinya.
Tapi bila dlm kondisi duduk, terbebani, terjepit dan diberi rangsangan yang kencang spt pijit cubit, bau bauan dsb malah semakin lama membaiknya.
Ada beberapa pengalaman yang tidak mengenakkan selama kambuh : Karena ketidak tahuan orang orang yang menemukan saya sedang "hang" mereka malah mencoba memberi balsam, pijet dll. tapi malah lama membaiknya
Satu lagi pengalaman yang paling menyedhkan tapi sebenarnya juga lucu ketika lagi EEG di Siloam Karawaci (kebetulan sendirian), Katapleksi saya kambuh dan saking kaget dokternya saya langsung dibawa ke emergency diberi infus, oksigen dicubit disemua tempat termasuk maaf payudara saya(sakit sekali)dan karena saya tetap diam saja (hang)lalu dada saya diberi dentuman listrik (sempat terpikir apa saya mau mati)ya Allah beginilah tidak enaknya kena undian katapleksi
Pada akhirnya pihak rumah sakit menemukan no hp suami saya (waktu itu lagi dinas ke luar kota) dan suami menjelaskan bahwa agar saya didiamkan saja karena smakin banyak rangsangan semakin lama recoverinya. Alkhamdullilahkira kira 1 jam kemudian saya bisa bangun dan bisa berjalan lagi. Semua dokter pada bingung (mungkin tdk pernah menemukan pasien seperti saya)dan saya pulang dengan biaya emergency digratiskan.
Mulai saat itu kemana saya pergi saya membawa prosedur penanganan bila katapleksi saya kambuh dan setiap naik taksi saya beri tahu kondisi saya dan saya beri kartu nama karena juga pernah kambuh ditaksi sampai membuat sopir sangat ketakutan.
Alkhamdulillahkini serangan sudah sangat jauh sangat berkurang. Yang penting jaga emosi dan tidak exited.
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 07.29.09 (9:09 pm)
Reply to:
Ibu Ening yang baik,
Mohon hubungi saya di sleepclinic(ad)mitrakeluarga(dot)com,
ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan.
Terima kasih.
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT
posted by: (reply)
post date: 09.02.09 (9:04 pm)
dr. saya seorang mahasiswa kedokteran, mahasiswa yang aktif....baik di akademik maupun di organisasi. entah kenapa saat awal kuliah saya mudah sekali tertidur (tidak pernah terjadi saat sekolah), di mana-mana bahkan saat rapat.... biasanya terjadi saat saya bosan. saya juga sering merasa lemas tidak bertenaga, sering menjatuhkan barang, bahkan jatuh kepleset...(kalau gak sadar/ hang seperti yang dikatakan Ibu Ening belum pernah dirasakan)...
saya pun sering ketinggalan keterangan dosen karena tertidur....
tentang halusinasi saat akan tidur dan merasa ada orang di kamar...saya juga sering merasakannya.....
dokter...apa saya ada kemungkinan terseramg kelainan ini? apa yang harus saya lakukan?
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 09.04.09 (2:34 am)
Reply to:
Mahasiswa Kedokteran,
Mohon segera email saya di sleepclinic(ad)mitrakeluarga(dot)com
Sepertinya gangguan yang Anda alami cukup serius.
posted by: hafsari (reply)
post date: 10.18.09 (8:32 pm)
Sejak kelas 2 SMP, saya sering sekali tertidur pada siang hari. Kantuk yang datang berkali-kali setiap harinya. Sudah 6 thun saya masih juga mengalami ini. Saya sering ketinggalan pelajaran, ditertawai teman,bahkan wajah saya terlihat cepat tua.Berbagai penngobatan saya tempuh, dari periksa darah,ke dokter saraf, penyakit dalam, dokter mata, pijat refleksi,pengobatan2 alternatif spt akupuntur. Bahkan sampai pergi ke dukun. Konyol kan...!Kalau dihitung2 mungkin uang yg sudah orang tua saya keluarkan sampai berjuta-juta. Saya harap secepatnya saya bisa mendapatkan solusinya. Karena sebentar lagi saya naik semester 2 akbid..
Di mohon solusinya ya dok..
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 10.20.09 (8:39 pm)
Reply to:
Hafasari yang baik,
Yg kamu alami adalah hypersomnia (kantuk berlebih). Hypersomnia hanyalah gejala; sedangkan diagnosisnya masih bisa banyak. Untuk itu saya memerlukan lebih banyak data. Lokasi di Jakarta?
Coba email saya di dr_adeprasadja(ad)yahoo(dot)com.

