Wanita, Kehamilan dan Sleep Apnea
Sudah menjadi pandangan umum bahwa yang tidur mendengkur adalah pria. Sebenarnya tidak demikian. Gejala sleep apnea pada wanita tidaklah sejelas pada pria. Jika pria mendengkur keras dan mengeluhkan kantuk luar biasa, wanita biasanya hanya menceritakan keluhan cepat lelah, capek, tak bersemangat, merasa depresi, tekanan darah yang tinggi atau terlalu sering tidur siang.
Di usia muda, mendengkur dapat menjadi tanda dari hipertensi yang dipicu oleh kehamilan dan keterlambatan pertumbuhan janin(1). Bayi-bayi yang lahir dari ibu pendengkur lebih sering mempunyai berat badan lahir yang rendah.
Ibu hamil dapat menderita OSA sebagai akibat dari kombinasi antara penambahan berat badan dan pembengkakkan jalan nafas atas. Kebiasaan mendengkur selama kehamilan dapat dianggap sebagai tanda peningkatan tekanan darah dan peningkatan resiko pre-eklamsia(2).
Sedangkan di usia yang lebih matang, kejadian sleep apnea tiga kali lebih sering pada usia paska menopause dibanding sebelumnya(3).
Sumber:
1. Franklin et al, 2000
2. Svanborg et al, 2007
3. Bixler et al, 2001
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT

