Pejabat Tertidur, Hipersomnia-kah?
Beberapa waktu lalu headline berbagai media menyorot tentang marahnya Presiden Yudhoyono melihat salah satu pejabat yang tertidur ditengah pengarahan yang beliau berikan. Media Indonesia, dalam editorialnya menganggap masalah mengantuk ini sebagai soal sepele yang seharusnya tidak perlu diurus oleh seorang presiden. Memang masalah kantuk bukan menjadi porsi seorang presiden untuk mengatasinya, tetapi ini sama sekali bukan soal sepele.
Kantuk disebabkan oleh kondisi kurang tidur. Kondisi kurang tidur bisa disebabkan oleh kurangnya jam tidur atau kurangnya kualitas tidur. Kurangnya waktu tidur masih bisa disiasati dengan mencukupi kebutuhan tidur. Tetapi bagaimana jika tidur sudah cukup lama, namun masih merasa mengantuk? Inilah yang dalam kedokteran tidur disebut sebagai hipersomnia atau Excessive Daytime Sleepiness (EDS.)
Hipersomnia
Hipersomnia adalah sebuah gejala gangguan tidur, dimana penderitanya merasa mengantuk walaupun sudah cukup tidur. Penderita hipersomnia biasanya mengeluhkan rasa kantuk berlebih, bangun tidur tidak segar, cepat mengantuk, sulit berkonsentrasi, cepat lelah, menurunnya daya ingat dan gangguan-gangguan lain yang jelas menurunkan produktivitas.
Gangguan tidur yang menyebabkan hipersomnia adalah narkolepsi, sindroma tungkai gelisah dan sleep apnea. Narkolepsi, yang sering dikenal sebagai ‘serangan tidur,’ merupakan gangguan tidur yang amat jarang. Sebuah laporan dari Dauvilliers dan Mignot, secara terpisah menyebutkan angka prevalensi 0,013%-0,067% di Inggris, Perancis, Hong Kong dan Amerika. Penderita narkolepsi mengantuk amat sangat hingga mudah tertidur sepanjang hari. Mereka juga mengalami katapleksi, yaitu lumpuh tiba-tiba seolah pingsan yang dipicu emosi kuat (biasanya emosi gembira.)
Sindroma tungkai gelisah adalah gangguan syaraf kaki yang menyebabkan rasa tidak nyaman hingga memberikan dorongan untuk menggerak-gerakkan kaki (gelisah.) Gangguan ini biasanya dikaitkan dengan penyakit syaraf degeneratif seperti parkinson, tingginya kadar ureum atau rendahnya kadar zat besi dalam darah. Repotnya selain menyebabkan kesulitan tidur, sindroma tungkai gelisah juga menyebabkan kualitas tidur jadi buruk. Ini disebabkan oleh gerakan kaki secara periodik dalam tidur yang menyebabkan otak terbangun tanpa terjaga.
Sedangkan sleep apnea merupakan gangguan tidur yang paling banyak diderita. Peppard dan kawan-kawan menyebutkan bahwa 1 dari 5 orang Amerika menderita penyakit ini. Namun karena gejalanya yang dianggap biasa, gangguan tidur ini pun jadi sering diabaikan. Tanda utama dari sleep apnea adalah hipersomnia dan mendengkur.
Mendengkur
Dalam masyarakat kita, sudah wajar jika menganggap mendengkur merupakan tidur yang lelap. Begitu pula dengan karakter-karakter yang selalu lelah, mudah tertidur dan mendengkur dicap sebagai pemalas. Sebenarnya tidak demikian, mereka cepat lelah dan tertidur akibat sleep apnea yang diderita. Bukan karena kemalasan.
Sleep apnea yang artinya henti nafas saat tidur merupakan gangguan tidur yang berbahaya, terutama bagi mereka yang mengendara atau mengoperasikan peralatan berat. Laporan dari Scandinavian Journal of Work Environment Heealth menyebutkan bahwa penderita sleep apnea beresiko mengalami kecelakaan dua kali lipat dibanding orang normal.
Selain kantuk berlebih, bahaya sesungguhnya dari sleep apnea adalah kaitannya dengan berbagai penyakit. Laporan dari Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure menyebutkan sleep apnea sebagai penyebab hipertensi utama yang dapat dikenali. Lebih jauh lagi, banyak penelitian juga membuktikan adanya kaitan erat antara sleep apnea dengan berbagai gangguan jantung hingga stroke.
Sementara satu tahun terakhir, banyak penelitian yang menghubungkan sleep apnea dengan diabetes. Dari dua penelitian berbeda oleh Resnick dan Einhorn, dinyatakan bahwa 60%-70% penderita diabetes tipe dua juga menderita sleep apnea.
Kesehatan Tidur
Kantuk jelas menghambat produktifitas, karena orang yang mengantuk jelas mengalami penurunan kemampuan mental, hingga sulit berkonsentrasi maupun memecahkan masalah. Tetapi kantuk bukanlah tanda kemalasan.
Kantuk juga tidak dapat dipandang sebagai masalah sepele. Karena bagi penderita gangguan tidur, dorongan kantuk memang tak tertahankan. Bahkan kantuk berlebih merupakan tanda gangguan tidur yang berkaitan dengan berbagai penyakit serius seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes hingga stroke.
Mungkin sudah saatnya bagi Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatan tidur.
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT
sleep technologist
Berpraktek di Sleep Disorder Clinic – RS. Mitra Kemayoran, Jakarta.
posted by: edratna (reply)
post date: 05.11.08 (8:07 pm)
Anak saya penderita narcolepsy (sleeping disorder)...tahun 2001 pernah di test di sleep laboratory RS Mitra Keluarga Kemayoran. Syukurlah dengan perjuangan berat, dia bisa berhasil lulus dari Computer Science UI. Semoga banyak dokter di Indonesia tertarik masalah gangguan tidur ini, untuk membantu anak-anak pandai dalam usia produktif. Saya pernah menulis masalah ini di blog saya.
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 05.12.08 (2:18 am)
Reply to: Ibu Edratna,
Terima kasih. Sungguh pengalaman yang amat berharga bagi para pasien yang baru saja didiagnosa dengan narcolepsy.
Sekali lagi terima kasih.
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT
posted by: Lilik (reply)
post date: 05.14.08 (5:23 pm)
Suami saya adlh seorang pendEngkur dan pnderita hipertensi.Mungkin ia mendErita OSA dan saya ingin memeriksakannya ke lab.Tidur..Tetapi bolehkah saya tahu dok berapa biaya yang dibuTuhkan?
Terima kasiH sebelumnya..
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 05.14.08 (5:58 pm)
Reply to:
Yth. Ibu Lilik,
Ada alamat e-mail yg bisa saya hubungi? Atau e-mail saya saja di sleepclinic ad mitrakeluarga dot com
Terima kasih.
posted by: Sobry Jaidy (reply)
post date: 08.10.08 (7:47 am)
Saya sangat menyukai berkendara, baik roda 2 atau 4. akhir2 ini sudah tidak nyaman & aman lagi krn mudahnya saya terlelap. tdnya saya berpikir krn faktor keturunan yg dipicu oleh faktor phycology. benar2 sangat mengganggu! Saya mendengkur sangat keras hingga seisi rumah bisa mendengar dg jelas. Dalam semalam saya dpt terbangun minimal 2x bahkan lebih dg interval kira - kira 1 - 2 jam. Pernah oleh istri ketika tertidur saya direkam pake handycam. Dan hasilnya ternyata saya tertidur sambil menggapai2 lalu terduduk ( sayangnya handycam tsb dicuri dg cassete rekaman didlmnya ). Help me please Doc!
posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 08.11.08 (12:39 am)
Reply to:
Sobry Jaidy yang baik,
Kemungkinan besar Anda menderita sleep apnea. Untuk itu, penanganannya adalah dengan diperiksa dulu seberapa parah henti nafas yang Anda alami.
Jika ada pertanyaan lebih mendalam, Anda bisa email saya di sleepclinic(at)mitrakeluarga(dot)com
Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT
posted by: arhiderrr (reply)
post date: 02.28.09 (9:16 am)
Nice article
posted by: arhiderrr (reply)
post date: 02.28.09 (6:08 pm)
Nice article
posted by: arhiderrr (reply)
post date: 03.01.09 (1:56 am)
Nice article
posted by: arhiderrr (reply)
post date: 03.01.09 (9:49 am)
Nice article

