Lab TidurParasomnia

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Online Education in Sleep Management
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Resindo Medika
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Puritan Bennett Sleep

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Parasomnia
09.04.06 (3:21 pm)   [edit]

Banyak gangguan tidur yang ‘heboh’ dan misterius, seperti berjalan sewaktu tidur, mengigau, teror saat tidur (night terrors) dan gangguan perilaku saat tidur REM (REM Behavior Disorder - RBD.) Semua gangguan ini masuk dalam kategori parasomnia (dari bahasa latin yang berarti menjelang / hampir tidur.) Menurut Prof. Dement, perekaman gelombang otak penderita parasomnia tampak bolak-balik antara tidur dan bangun, seolah otak cukup terjaga untuk mengirimkan impuls-impuls gerakan, tetapi tidak cukup untuk mengingat atau sadar akan keadaan sekeliling. Inilah sebabnya penderita parasomnia tidak ingat akan kejadian sewaktu serangan.

Sleepwalking & Sleeptalking

Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena yang dikenal di Indonesia sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas, saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Ini karena gangguan terjadi pada tahap tidur NREM, dan terutama pada awal-awal tidur dimana hutang tidur masih banyak menumpuk. Tidur NREM adalah fase tidur tanpa mimpi (meskipun beberapa literatur mengatakan bahwa mimpi bisa terjadi di semua tahapan tidur.)

Begitu pula dengan mengigau, somniloquy atau sleeptalking. Mengigau merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu.

Mengigaui biasanya berlangsung pada tahap tidur dangkal, atau kadang kala pada tahap mimpi (tidur REM.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan. Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Walau demikian, biasanya si pengigau tidak ingat apa yang dikatakan atau bahkan mimpinya sendiri.

Kedua gangguan ini sering terjadi pada usia muda, bahkan pernah dilaporkan kejadian sleepwalking pada balita yang baru bisa berjalan, meskipun lebih sering tejadi pada anak usia 4 hingga 7 tahun. Kebanyakan kebiasaan ini hilang sendiri setelah menginjak dewasa. Tetapi saat dalam kondisi kurang tidur yang ekstrem, gangguan sewaktu-waktu bisa menyerang.

Pavor Nocturnus

Sebuah parasomnia lainnya yang sering terjadi pada anak-anak adalah night terror, sleep terror, pavor nocturnus atau teror malam. Seorang anak bisa terbangun dengan tangisan histeris dan pandangan yang mengarah ke satu titik seolah takut akan sesuatu yang tak terlihat oleh kita. Kejadian ini begitu menakutkan karena anak sama sekali tidak merespon pelukan atau belaian orang tua untuk menenangkan. Setelah berlangsung sekitar 5-15 menit si anak, terdiam, memejamkan mata dan kembali tidur.

Bagi orang tua anak yang menderita night terror, tetap dianjurkan untuk memeluk dan menenangkan anak yang sedang mengalami serangan walaupun usaha Anda sepertinya sia-sia. Jika si anak akhirnya bangun dalam keadaan disorientasi, peran Anda untuk menenangkan amat penting. Bimbing ia kembali tidur, dan baru tanyakan tentang kejadian semalam di pagi harinya.

Pavor nocturnus sering terjadi pada usia antara 2-5 tahun, dan biasanya hilang dengan sendirinya di usia 7 tahun. Seperti tidur berjalan dan mengigau, pavor nocturnus juga dapat ditemukan riwayatnya dalam keluarga, meskipun tidak dikatakan menurun secara genetis.

Perawatan

Jika dalam keluarga Anda ada penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal. Biasakan juga menempatkan kunci di tempat yang cukup rumit untuk mengambilnya, misalkan dalam kotak di dalam laci lemari tempat tidur. Karena biasanya penderita parasomnia kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya, ia dapat mengenali sebuah pintu, tapi tidak dapat membuka atau mengambil kuncinya. Ini juga penting agar penderita tidak berjalan keluar rumah.

Kebanyakan kasus parasomnia tidak memerlukan pengobatan. Gangguan yang diderita bukanlah suatu bentuk gangguan psikologis maupun suatu penyakit yang berbahaya. Hanya saja ada beberapa hal yang harus dihindari, yaitu narkotika, alkohol dan kondisi kekurangan tidur. Karena ini semua dapat memicu  serangan. Sedangkan terapi-terapi tambahan seperti psikoterapi, relaksasi, hipnotis dan meditasi dilaporkan cukup membantu sebagai perawatan jangka panjang.

Menarik untuk disimak bahwa serangan parasomnia (tidur berjalan, mengigau maupun night terror) terjadi pada saat-saat awal tidur dimana hutang tidur masih tinggi. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat memicu episode parasomnia. Untuk penderita sleepwalking usia remaja atau dewasa muda harus benar-benar memperhatikan jadwal tidurnya. Pahami jam biologis dan kebutuhan tidur satu harinya, dan hindari beraktivitas melewati waktu istirahat (baca bagian: Tidur pada Remaja – Dewasa Muda.)
0 Comments
 
Your Name:


Your Comment:


Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja