Lab TidurREM Behavior Disorder

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Online Education in Sleep Management
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Resindo Medika
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Puritan Bennett Sleep

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

REM Behavior Disorder
07.28.06 (10:56 am)   [edit]

Berbeda dengan parasomnia lainnya, REM Behavior Disorder (RBD) terjadi pada saat tidur REM. Tidur REM merupakan tahapan tidur mimpi dimana aktivitas otak menyerupai saat kita terjaga. Bedanya, pada tidur REM semua koneksi dengan dunia luar dihambat sementara digantikan dengan dunia lain yang sering disebut sebagai alam mimpi. Otak juga tetap mengirimkan sinyal-sinyal untuk menggerakkan badan, hanya saja dihambat oleh sebuah mekanisme di batang otak, yang menyebabkan seluruh otot lumpuh selama tidur REM.

Pada penderita RBD, sistem hambatan ini tidak berfungsi dengan baik sehingga tubuh bergerak-gerak sesuai dengan episode mimpi yang sedang dialami. Celakanya, mimpi yang dialami biasanya adalah mimpi dengan adegan kekerasan. Misalkan mimpi tentang perkelahian atau menghadapi serangan. Tubuh mengikuti gerakan sesuai dengan mimpi, dan si penderita terbangun oleh teriakan pasangan yang terpukul atau tertendang. Walaupun yang menjadi korban pertama adalah pasangan tidur, tidak jarang seorang penderita dapat melukai dirinya sendiri karena terjatuh dari tempat tidur atau menubruk perabotan di kamar.

Gerakan pun bervariasi, tidak terbatas pada gerakan memukul atau menendang saja. Pernah dilaporkan seorang penderita yang mencekik istrinya karena dalam mimpi ia mencekik seorang musuh dalam perang. Atau seorang pria yang bermimpi menampar seorang pencopet yang ditangkapnya, padahal pada kenyataan ia menampar istrinya dalam tidur.

Banyak penderita yang melakukan rupa-rupa pencegahan, mulai dari mengikat diri di tempat tidur, tidur terpisah dengan pasangan atau tidur hanya beralaskan kasur di kamar kosong tanpa perabot.

RBD lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Biasanya RBD menyerang pria berusia lebih dari 50 tahun. Sebelum benar-benar ”bertingkah” dalam tidur, penderita biasanya terlebih dahulu mengalami periode tidur dengan polah yang gelisah atau mengigau. Kini beberapa penyakit degeneratif seperti Parkinson, juga diduga berkaitan dengan timbulnya RBD.

Meski mekanisme terjadinya RBD belum benar-benar dapat dijelaskan, pengobatan untuk mengatasinya sudah tersedia. Berbagai pengobatan RBD telah berhasil mengatasi gerakan-gerakan dalam tidur ataupun menekan mimpi yang berisi adegan kekerasan. Walaupun demikian, tindakan pencegahan berupa mengamankan lingkungan tidur tetap diperlukan. Jauhkan benda-benda pecah belah dan tajam dari kamar tidur, serta minimalkan perabotan yang mungkin dapat melukai.

0 Comments
 
Your Name:


Your Comment:


Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja