Lab TidurTidur pada Usia Lanjut

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2009 June
2009 May
2009 April
2009 March
2009 February
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Kelompok Tidur Sehat, Facebook

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Tidur pada Usia Lanjut
05.12.06 (3:15 pm)   [edit]

Tidur mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia. Efisiensi tidur (jumlah waktu tidur berbanding dengan waktu berbaring di tempat tidur) semakin berkurang. Sementara kebutuhan tidur pun semakin menurun, karena dorongan homeostatik untuk tidur pun berkurang.

Pada usia lanjut, wanita lebih banyak mengalami insomnia, dibandingkan pria yang lebih banyak menderita apnea atau kondisi medis lain yang dapat mengganggu tidur.

Perubahan-perubahan ini berbarengan dengan perubahan fisik lain. Umumnya dorongan homeostatik untuk tidur lebih dulu menurun, baru diikuti oleh dorongan irama sirkadian untuk terjaga. Sehingga kita sering melihat orang tua yang sebelumnya menderita insomnia, tapi setelah beberapa waktu malah lebih banyak tidur.

Gangguan tidur biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur, sering terbangun atau bangun terlalu awal. Perubahan normal terjadi secara bertahap sehingga masih menyisakan waktu untuk beradaptasi. Tidak perlu merasa cemas atau kesal karena semuanya berjalan wajar. Atur waktu tidur, ikuti petunjuk sleep hygiene dan cobalah untuk lebih berpikiran positif. Berfokuslah lebih banyak pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya.

Tidur siang hanya dianjurkan jika memang malam sebelumnya kekurangan tidur. Karena tidur siang akan mengurangi hutang tidur, padahal hutang tidur diperlukan untuk meningkatkan dorongan homeostatik untuk tidur. Tidur selama 15 menit biasanya sudah cukup memberikan kesegaran untuk beraktivitas.

Insomnia, lebih sering menjadi akibat sekunder dari penyakit lain seperti nyeri sendi, osteoporosis, payah jantung, parkinson atau depresi. Jika penyebab utamanya tidak diatasi, dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Pada kondisi seperti ini obat tidur bukanlah solusi yang tepat.

Olah raga juga terbukti memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia. Olah raga ringan seperti berjalan kaki, senam atau sekedar peregangan sudah cukup baik. Dengan berolah raga, diharapkan dapat tidur lebih cepat, lebih jarang terbangun dan tidur lebih dalam.

Pandangan umum mengatakan bahwa orang lanjut usia amat mudah lelah sehingga sering tertidur. Kita harus lebih berhati-hati, karena kantuk di siang hari bisa menjadi tanda adanya gangguan selama tidur. Gangguan yang sering diderita adalah Sleep Apnea (OSA) dan PLMS. Pasangan tidur melaporkan adanya suara mendengkur atau tertendang karena gerakan tungkai berulang selama tidur. Keduanya adalah gangguan yang bisa diatasi, sayang jika terlewatkan begitu saja.

Ada seorang ibu lanjut usia yang sudah mulai dianggap lemah,  karena sering mengantuk, mudah lelah, ditambah berbagai penyakit seperti hipertensi dan pembengkakan jantung sehingga mobilitasnya amat terbatas. Kondisi ini dianggap wajar oleh keluarganya mengingat usia yang sudah mendekati 80 tahun. Amat disayangkan, karena anggapan ini salah! Setelah melihat kadar karbondioksida yang tinggi di dalam darah, dan periode henti nafas di waktu tidur, ternyata si ibu menderita OSA. Hipertensi dan pembengkakan jantung, sebenarnya merupakan akibat lanjutan dari OSA. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini masih dapat diperbaiki, dan kualitas hidupnya pun menjadi lebih baik.
 


posted by: LANSIA FANS CLUB (reply)
post date: 04.24.08 (3:52 am)

AJIIB..............



posted by: oRenz_cLub (reply)
post date: 05.26.09 (7:55 pm)

tapi apkah pembembakan pada jantung membahayakan,?



posted by: nda'_nizt (reply)
post date: 05.26.09 (7:57 pm)

sebab utama yang membuat jantung membengkak itu sebenarnya apa..?
apakah pembengkakan pada jantung itu berbahaya,??
tolong dijawab.



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 05.26.09 (8:56 pm)

Reply to:
Istilah jantung bengkak, harus dilihat lagi apakah otot-otot jantung yang menebal atau jantung kehilangan kemampuan memompa nya hingga membesar.
untuk itu harus dilakukan pemeriksaan lebih seksama di dokter ahli jantung.
Membahayakan atau tidak? Jelas membahayakan jika kita sedang beraktivitas.

Your Name:


Your Comment:


Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja