Lab TidurPola Tidur Remaja - Dewasa Muda

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2009 June
2009 May
2009 April
2009 March
2009 February
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Kelompok Tidur Sehat, Facebook

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Pola Tidur Remaja - Dewasa Muda
05.10.06 (12:17 pm)   [edit]

Tidur pada remaja – dewasa muda (16-30 th.) mempunyai pola yang berbeda dibandingkan usia lainnya. Ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi di akhir masa pubertas. Pada masa ini mereka mengalami pergeseran irama sirkadian, sehingga jam tidur pun bergeser.

Secara umum kebutuhan tidur meningkat menjadi 8,5-9,25 jam setiap harinya. Tetapi waktu tidurnya berubah, rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam, dimana orang lain sudah tertidur. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21:00 atau 22:00, orang muda justru baru bersemangat untuk berkarya, baik itu belajar atau menyelesaikan pekerjaan.

Sementara di pagi hari sudah harus bangun awal untuk mempersiapkan diri ke sekolah, kuliah atau bekerja. Secara umum, orang muda sebenarnya mengalami kekurangan tidur, sehingga banyak diantara mereka yang tertidur di kelas atau terkantuk-kantuk di kantor. Belum lagi karena tuntutan sosial yang menggoda untuk “bermain” hingga larut, bahkan pagi hari.

Tidak mengherankan, jika di akhir minggu kita banyak menjumpai orang muda yang tidur hingga jauh siang hari. Hutang tidur yang dibiarkan menumpuk sepanjang minggu dibayarkan dalam satu hari.

Tahukah Anda bahwa kekurangan tidur dapat merugikan? Pertama, kurang tidur akan menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Kurang tidur juga mengakibatkan penurunan kemampuan mental. Kemampuan otak untuk menghapal mungkin masih optimal, tetapi kreativitas untuk menggunakan bahan hapalan tersebut akan menurun. Tentu saja produktifitas juga ikut menurun. Stabilitas emosional pun terganggu.

Biasanya, wanita muda lebih mengantuk di siang - sore hari dibandingkan pria seusianya. Dengan jam tidur yang lebih panjang, wanita lebih mudah untuk bangun daripada pria.

Yang paling berbahaya adalah kemampuan mengendara. Sebesar 60% dewasa muda di Amerika mengendara saat mengantuk, dengan 24% diantaranya tertidur di depan setir. Dua puluh dua persen remaja juga dilaporkan mengendara lebih cepat untuk melawan kantuk. Angka-angka ini menunjukkan betapa banyak orang dewasa muda yang mengambil resiko berbahaya untuk mengendara saat mengantuk.

Sebuah tarik pendapat yang dilakukan di Amerika oleh National Sleep Foundation mendapatkan bahwa:

  • Lebih dari sepertiga (36%) dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi (dibandingkan dengan 20% pada usia 30-64 tahun dan 9% di atas usia 65 tahun).
  • Hampir seperempat dewasa muda (22%) sering terlambat masuk kelas atau bekerja karena sulit bangun (dibandingkan dengan 11% pada pekerja usia 30-64 tahun dan 5% di atas usia 65 tahun).
  • Empat persen dewasa muda mengeluhkan kantuk saat bekerja sekurangnya 2 hari dalam seminggu atau lebih (dibandingkan dengan 23% pada usia 30-64 tahun dan 19% di atas usia 65 tahun).

Kebiasaan menonton TV, bekerja ataupun bermain di depan komputer sebelum tidur juga memperburuk keadaan. Ketegangan yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas tadi bisa menyebabkan mata terlalu segar untuk dipejamkan. Belum lagi efek cahaya terang yang dapat mengelabui jam biologis yang sebenarnya diciptakan untuk membedakan waktu siang dan malam.

Orang muda yang sudah terbiasa dengan rasa kantuk, merasa kemampuan akademis, produktifitas kerja, kreatifitas maupun kemampuan komunikasinya tidak menurun sama sekali.
Beberapa pekerjaan atau tugas yang logis, menyenangkan dan amat menyita perhatian dapat menyingkirkan sejenak rasa kantuk hingga memberi gambaran yang keliru tentang kemampuan mental seseorang. Semua dapat dikerjakan dengan baik dan cepat. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat dengan mudah mengingat beberapa hal tetapi kemudian sulit untuk menggunakan informasi tersebut dengan kreatif dan konstruktif. Seseorang dapat saja mengungkapkan pikiran-pikiran yang logis, tetapi kurang dapat mengeluarkan ide-ide segar secara spontan.

Tips bagi remaja – dewasa muda (disadur dari National Sleep Foundation):

  1. Tidur adalah sumber energi bagi otak: Tidurlah dalam jumlah yang cukup. Kantuk ringan pun sudah dapat mengganggu performa akademis maupun olah raga. Kurang tidur membuat seseorang lesu, mudah marah hingga tertekan.
  2. Buat dan ikuti jadwal tidur yang teratur. Jika harus keluar dari jadwal, hindari menunda tidur hingga lebih dari 1 jam dari jadwal, dan bangunlah dalam jarak 2 jam dari jadwal. Jangan lakukan melebihi 2 malam berturut-turut. Jika mengantuk, tidur sianglah lebih awal.
  3. Amati jumlah tidur yang optimal bagi dirimu. Setiap orang akan berbeda, tetapi pada remaja/dewasa muda selalu di antara 8,5 hingga 9,25 jam setiap malamnya.
  4. Ketika bangun di pagi hari, segera nyalakan lampu atau bukalah jendela, agar terekspos cahaya terang. Tapi jangan lakukan ini saat bangun tidur siang. Cahaya akan memberikan sinyal pada otak saat-saat untuk bangun atau tidur.
  5. Pahami irama sirkadian-mu. Buat kegiatan yang memaksimalkan jam biologis dalam diri mu. Misalkan untuk mengatasi kantuk di jam-jam tertentu, lakukanlah kegiatan yang menyenangkan atau penuh semangat.
  6. Setelah makan siang, jauhi kopi, minuman bersoda yang mengandung caffein dan nikotin, karena semua minuman ini bersifat stimulan yang dapat mengganggu jam biologis. Hindari juga alkohol yang dapat mengganggu proses tidur normal.
  7. Hindari membaca bacaan yang berat, belajar, atau bermain ’games’ komputer dalam 1 jam sebelum tidur. Jangan biarkan TV menyala selama tidur, cahayanya akan menghambat tidur yang efektif sehingga tidur terasa kurang menyegarkan. Setiap kali habis belajar, ambil kegiatan yang santai sebelum tidur, seperti membaca majalah misalnya.
  8. Jangan pernah bergadang, karena ini akan mengganggu pola tidur dan performa di keesokan harinya. Ingat, jalan terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, adalah dengan tidur yang cukup. Penelitian membuktikan bahwa siswa dengan tidur yang cukup mempunyai nilai akhir yang lebih baik .

Dr. Andreas A. Prasadja, sleepclinic@mitrakeluarga .com

 


posted by: astri (reply)
post date: 11.28.06 (3:33 pm)

good



posted by: adit (reply)
post date: 11.27.07 (4:54 am)

saya kan mahasiswa yang mempunyai tugas dan laporan prakyikum numpuk blm lagi ujian...smua hal itu menuntut saya untuk tidur 5-6 jam..ada ga cara yg membuat tidur 5-6 jam itu jadi efektif?



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 11.27.07 (3:40 pm)

Reply to: Adit
Dear Adit,
#1 rule: tidak ada yg dapat menggantikan tidur.
Coba deh, kamu atur tidur supaya cukup. Pekerjaan yang biasanya butuh waktu 2 jam, akan selesai dalam 1 jam!
Sudah banyak penelitian yg membuktikan, kalau tidur cukup ternyata lebih produktif.



posted by: ayu nirmala (reply)
post date: 12.26.07 (6:17 pm)

saya sudah hampir setahun belakangn ini punya masalah tidur.
saya kesulitan untuk tidur
bagiman cara mengatasinya??
hal ini sangt mengganggu saya karena membuat tubuh saya lemah dan menimbulkna kantong mta..
help me....




posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 12.28.07 (11:11 am)

Reply to: ayu nirmala
Mohon gambarkan lebih lengkap keluhan tidur Anda. Lewat e-mail mungkin?
Terima kasih.




posted by: talitha (reply)
post date: 01.22.08 (9:58 pm)

saya baru lulus dan sekarang mulai bekerja. disini saya bekerja hingga larut malam dan pagi hari harus sudah masuk kembali. karen jarak tempuh rumah-kantor yang jauh, maka saya harus segera bangun pagi. dari artikel anda, untuk jenis pekerjaan saya sebaiknya saya justru harus cukup tidur karena saya bekerja otak dan membutuhkan ide kreatif, kritis, dan ketaktitas berfikir. saya memang merasa kemampuan saya tidak optimal karena selalu mengantuk di kantor. bagaimana mensiasati keadaan seperti ini dok? saya rasa saya tidak punya cukup jam untuk tidur sebanyak itu. ada yg dapat saya lakukan untuk tetap menjaga kesehatan saya dan performa saya dok? kalau jam tidur saya adalah 23.00 & bangun jam 4.30 apa kurang untuk kebutuhan orang dewasa? tq dok..



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 01.23.08 (6:25 pm)

Reply to: Dear Talitha,
Sampai saat ini belum ada sesuatu apa pun yang dapat menggantikan tidur. Pada saat-saat tertentu dimana kamu membutuhkan kreatifitas berpikir, bisa saja kamu mengkonsumsi stimulan (coklat misalnya.) Karena coklat akan memberikan rasa senang dan bersemangat untuk sementara waktu. Tetapi ketika efeknya memudar, kamu akan kembali didera kelelahan. Untuk itu, cobalah untuk mengatur ritme kerja dan istirahat lebih baik. Misalkan dengan lebih banyak tidur di akhir minggu. Atau sempatkan tidur siang singkat di jam istirahat (15-30 menit saja sudah cukup.) Jika demikian, ingat juga untuk menjelaskan pada rekan2 kerja pentingnya tidur siang demi produktifitas. Karena terus terang, masyarakat kita masih menganggap tidur siang sebagai tanda kemalasan.
Selamat mencoba!




posted by: angga (reply)
post date: 02.09.08 (6:15 pm)

saya mau tanya ada gak hub antara merokok dengan sulit tidur..apa pengaruh rokok terhadap tidur?terima kasih



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 02.10.08 (5:38 pm)

Reply to: Angga
Nicotine adalah salah satu zat stimulan, seperti halnya kafein, jelas ia dapat mengganggu tidur.




posted by: dewi (reply)
post date: 03.21.08 (7:41 pm)

bagaimana pola tidur pada perokok?apakah terdapat perbedaan yg signifikan dgn pola tidur yg bkn perokok?ada penelitian yg menyebutkan ttg itu ga?thanks



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 03.23.08 (5:31 pm)

Reply to:
Dear Dewi ,
Nicotine jelas mempengaruhi pola tidur. Perokok membutuhkan waktu untuk tidur lebih lama, dan tidur pun kurang dalam. Nicotine termasuk dalam kategori zat stimulan. Segera saya akan menuliskan artikelnya.
Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: rachma (reply)
post date: 04.10.08 (6:23 pm)

dok..aq mw nanya..
skrg kan aq kuliah sambil kerja..dan dikerjaan aq aq berhadapan sama komputer tiap hari dari pagi sampai siang..
pulang kerja langsung pergi kuliah..karna pulang kuliah malam jadi aq susah tidur dan terkadang sudah jadi kebiasaaan tidur jan setengah 11 atau jam 11..
paginya harus bangun lagi jam setengah 6..
aq sering merasa ngantuk ga jelas..dan semenjak tidur malam kulit saq jadi berjerawat..
seharusnya aq gimana dok.?
makasiii...



posted by: Luthfia (reply)
post date: 04.15.08 (12:05 am)

Dok, sya mempunyai masalah kalau belajar siang, apa lagi kalau baca buku ngga pernah tahan lama. tiap blajar ato baca sebentar selalu saja ngantuk. Padahal bentar lagi khand dha mo UN. Kalo waktunya abis buat tidur yang harusnya banyak blajar malah tidur gimana ? Tolong donk dok kasih solusi ato tips2nya bwt ngilangIn kantuk. Repp pliz 'n thanx .(.



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 04.17.08 (6:17 pm)

Reply to:
Dear Dharma,
Kamu jelas kurang tidur. Kebutuhan tidur kamu 8,5-9,25 jam sehari. Untuk itu cobalah untuk memajukan jam tidur selama 15 menit setiap minggu. Misalkan biasa tidur jam 11, majukan jadi 10.45. Setelah terbiasa selama 3 malam, majukan lagi 15 menit. Target, cukup tidur jam 10.

Semoga membantu



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 04.17.08 (6:22 pm)

Reply to:
Dear Luthfia,
Kamu harus mengatur jadwal dengan baik. Tindakan mengurangi tidur demi belajar, tidaklah bijaksana. Dengan tidur yang cukup, kemampuan belajar akan meningkat jauh sehingga waktu belajar mu akan jauh lebih singkat juga.
Selamat mencoba...



posted by: fajriah hs (reply)
post date: 05.11.08 (2:55 am)

saya mahasiswa,waktu semester 1, saya merasa pola tidur saya normal. namun, pada semester 2, saya disibukkan dengan membuat laporan praktikum dan tugas yang benar-benar menyita waktu sehingga saya terkadang hanya sempat tidur selama 3 atau 4 jam saja...
kuliah tidak mengantuk, tapi dari wajah terlihat lesu,dan saya takut kena insomnia...karena kadang pada malam yang santai, justru tidak bisa tidur kurang dari jam 12 malam...!



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 05.12.08 (2:00 am)

Reply to: fajriah hs
Jangan takut insomnia. Pada usia mu memang demikian jam biologisnya (tidur di jam 12.00), kecuali jika terlalu lelah akibat kurang tidur.
Biasakan saja pola tidur yang teratur, dan hindari konsumsi stimulan.

Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT




posted by: rini (reply)
post date: 05.15.08 (12:55 am)

Dr..saya mahasiswa lg nyusun skripsi tentang kualitas tidur,tapi saya bingung saat membuat instrumen penelitiannya. saya mau tanya indikator kualitas tidur itu apa aja sih?



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 05.15.08 (5:52 pm)

Wah... selamat... menarik sekali, apa penelitian Anda?
Untuk mengukur kualitas tidur, yang terbaik adalah dengan Polysomnography di sleep laboratory. Kualitas tidur yang baik dilihat dari arsitektur tidur atau hypnogram. Salah satu syaratnya adalah Stage N1 sleep 10% dari tidur, Stage N2 50%, Stage N3 20%-25% dan Stage R 20%-25%. Tapi pemeriksaan ini cukup mahal.

Alternatif lain adalah dengan mengukur seberapa mengantuknya seseorang di siang hari lewat kuesioner Epworth Sleepiness Scale. Tetapi responden harus tidur cukup, dimana pada usia dewasa tidur 8 jam sehari (sekurangnya 1 minggu sebelum menjawab,) atau pada remaja/dewasa muda tidur 8,5-9,25 jam sehari.

Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: widya (reply)
post date: 06.25.08 (7:21 am)

Dr, saya sedang menyusun karya tulis ilmiah tentang hubungan mendengkur dengan mengantuk yang menggunakan epworth sleepiness scale. saya mau tanya, kriteria dilakukan ESS selain harus tidur cukup apa aja ya? saya bingung kapan harus menanyai responden, apakah ada pengaruh ditanyakan 2 jam setelah bangun tidur atau 6 jam setelah bangun tidur?
terima kasih Dok,,



posted by: widya (reply)
post date: 06.25.08 (7:25 am)

maaf Dok, ada yang ketinggalan.. kira-kira ada klasifikasi ESS yang pasti gak dari skor 0 - 24 itu? misalnya normal di scor brapa, ngantuk di skor brapa? makasih dok..



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 06.25.08 (7:11 pm)

Reply to:
Dear Widya,
Please e-mail me at sleepclinic(at)mitrakeluarga(dot)com

Thank you,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: ardi (reply)
post date: 06.27.08 (7:41 am)

saya op warnet dan sering dapat sif malam hari tapi saya jika siang hari tidur dari jam 8-3 apakah cukup menggantikan tidur di malam hari



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 06.29.08 (4:57 pm)

Reply to:
Ardi yang baik,

Pada pekerja shift penting untuk memperhatikan jadwal tidur. Ketika tidak shift malam, dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan tidur sekurangnya 8,5 jam sehari.

Shift juga diusahakan berganti-ganti sesuai arah jarum jam. Misalkan ada 3 shift, dua hari pagi, dua hari siang, dua hari malam dan dua hari libur.

Saat habis shift malam, sebaiknya tidur yang nyaman dengan suasana gelap. Dengan tidur jam 8-3 cukup baik, asalkan tidak setiap hari dan maksimum 3 hari berturut-turut.

Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: wilde (reply)
post date: 08.20.08 (10:56 pm)

SAYA JUGA Punya masalah tidur yang slalu mengganggu saya, krn saya sering tidur kemalaman n saya juga sering molor saat perkuliahan dimulai, inilah yang membuat saya sangat sulit untuk menentukan saat tidur karena terbatasnya waktu unk tidur.



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 08.21.08 (12:38 am)

Reply to:
wilde yang baik,

Tidak ada suatu zat pun yang dapat menggantikan tidur. Aturlah aktivitas dan jam tidur kamu. Dengan memaksakan diri terus beraktivitas tanpa memperhatikan kesehatan tidur malah menurunkan produktivitas.

Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: dian (reply)
post date: 02.23.09 (4:34 am)

Dr, saya sedang menyusun skripsi tentang kualitas tidur juga. Saya juga bingung untuk insrumen penelitiannya.
Di atas saya sudah membaca tulisannya rini. Dokter menganjurkan menggunakan Epworth Sleepiness Scale. Apakah skala itu sudah pernah digunakan di Indonesia? Menurut teman saya, kalo skala luar negri itu kita harus minta ijin dulu untuk menggunakannya, kecuali memang sudah pernah digunakan di Indonesia.
Bagaimana dok?



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 02.24.09 (8:49 pm)

Dear Dian,
Minta ijin via internet saja kok. Tidak sulit. Dan setahu saya tanpa biaya. :)
Sukses skripsinya...

Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



posted by: arhiderrr (reply)
post date: 02.28.09 (5:21 am)

Nice article



posted by: arhiderrr (reply)
post date: 02.28.09 (1:49 pm)

Nice article



posted by: arhiderrr (reply)
post date: 02.28.09 (10:04 pm)

Nice article



posted by: arhiderrr (reply)
post date: 03.01.09 (5:54 am)

Nice article



posted by: arhiderrr (reply)
post date: 03.01.09 (1:51 pm)

Nice article



posted by: Merlyan (reply)
post date: 03.26.09 (5:42 am)

Dok knp yah qu mudah bgt ngantuk,dlm 1 hari qu bisa tidur mpe 12jam,,gmn solusinya spya gk berlebihan tidur???



posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 03.27.09 (7:59 pm)

Reply to:
Dear Merlyan,
Apakah tidur 12jam setiap hari. Yang terbaik, lihat dulu jadwal tidurnya...sudah teratur blum? Selain itu tanyakan juga pada orang lain. Pada saat tidur, adakah dengkuran? Atau gerakan-gerakan pada kaki?

Salam,
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT

Your Name:


Your Comment:


Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja