Lab TidurMengendara dengan Kantuk

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Online Education in Sleep Management
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Resindo Medika
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Puritan Bennett Sleep

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Mengendara dengan Kantuk
05.05.06 (11:58 am)   [edit]

 

Tahukah Anda bahwa 55% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kantuk. Menurut National Sleep Foundation tidak tidur selama 18 jam mempunyai bahaya yang sama dengan orang yang mengendara dengan kadar alkohol 0,08% dalam darah.

Kita tahu, mengendara setelah minum minuman beralkohol itu berbahaya. Tapi perlu kita akui bahwa kita masih kurang peduli dengan keamanan berkendara saat mengantuk. Dengan kondisi kurang tidur, sering kali kita mengesampingkan rasa kantuk dan tetap mengendara. Saat mengendara, dengan kewaspadaan penuh, rasa kantuk seolah hilang, apalagi dengan berbekal minuman berenergi yang konon meningkatkan vitalitas. Setelah beberapa kilometer dilewati, kita mulai menguap untuk menarik lebih banyak oksigen ke otak. Tanpa disadari mata pun mulai berkedip dan berair. Saatnya untuk berhenti? Mungkin nanti dulu, karena setelah dua tikungan berikut ada kedai kopi yang bisa mengembalikan kewaspadaan. Gas pun semakin ditekan, dengan anggapan bahwa menambah kecepatan dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengatasi kantuk. Tetapi setelah satu tikungan, untuk beberapa detik tiba-tiba mata terpejam dan tanpa sadar mobil keluar dari jalur  dan menabrak pohon di tepi jalan. Kecelakaan pun terjadi.

Kopi dan obat-obatan stimulan terbukti dapat mengurangi kantuk untuk sementara waktu, tetapi kemampuannya untuk menjaga refleks dan kewaspadaan seseorang masih dipertanyakan.

Tanda-tanda kantuk mulai membahayakan:

  • Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata atau mata terasa berat.
  • Pikiran menerawang.
  • Sulit mengingat apa-apa yang telah dilewati; atau melewatkan beberapa rambu atau lampu merah.
  • Berulang kali menguap dan mengusap-usap mata.
  • Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak.
  • Melenceng dari jalur, dan melanggar marka-marka jalan.
  • Merasa lelah dan mudah terpancing emosi.

Apakah Anda beresiko? Sebelum berkendara, periksa apakah Anda:

  • Kurang tidur atau lelah (tidur kurang dari 6 jam akan meningkatkan resiko hingga tiga kali lipat.)
  • Menderita insomnia, kualitas tidur yang buruk (OSA), atau menanggung banyak hutang tidur.
  • Mengendara jarak jauh tanpa jeda istirahat yang cukup.
  • Mengendara pada jam-jam biasanya tidur.
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang membuat kantuk (antihistamin, antidepresan atau obat flu.) 
  • Bekerja lebih dari 60 jam seminggu (meningkatkan resiko hingga 40%.)
  • Mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dan pekerjaan utamanya adalah pekerjaan dengan shift malam.
  • Minum minuman beralkohol (walaupun hanya sedikit.)
  • Mengendara sendirian atau melewati jalan yang panjang, sepi dan membosankan.
     

Sebelum mengendara seorang pengemudi sebaiknya:

  • Tidur yang cukup. Pada orang dewasa 7,5-8,5 jam, sedangkan pada remaja atau dewasa muda 8,5-9,25 jam.
  • Untuk perjalanan jauh, usahakan jangan berkendara sendirian. Teman seperjalanan dapat membantu melihat tanda-tanda kantuk dan dapat menggantikan untuk sementara waktu. Penumpang juga sebaiknya tidak tidur dan terus mengobrol dengan pengendara.
  • Hindari alkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk.
  • Berkonsultasilah pada dokter atau klinik gangguan tidur jika mengalami kantuk berkepanjangan, sulit tidur di malam hari dan/atau tidur mendengkur.

0 Comments
 
Your Name:


Your Comment:


Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja