Insomnia Kilasan peristiwa berkelebat berganti satu dan lain dalam gelap seiring detik detak detik berdetak menghitung Satu detak jantung berdenyut gerakan darah seluruh pembuluh denyut hidup, satu dua tiga tak berbareng detik lewat detik berlalu pejamkan mata bayangan berkelebat pikiran berkelana hanya kembali untuk menghitung detak detik detak detik detak detik entah kapan mimpi berkunjung
Puisi di atas menggambarkan penderitaan seorang penderita insomnia. Setiap detik terasa begitu lama dihabiskan dengan mata terpejam tanpa pernah tertidur. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dikeluhkan. Tetapi masih banyak kabut mitos yang menyelimutinya. Mulai dari anggapan bahwa para insomniacs (penderita insomnia), merupakan orang-orang stress, atau pendapat sebagian orang lain yang menganggap obat tidur sebagai obat yang berbahaya. Insomnia sendiri adalah sebuah gejala yang meliputi keluhan sulit tidur, mudah terbangun, atau terbangun terlalu awal. Secara garis besar insomnia dibagi menjadi 2 bagian yaitu insomnia sementara dan menetap. Insomnia sementara terjadi selama satu malam hingga dua minggu, sedangkan insomnia menetap dianggap sebagai insomnia yang sudah berlangsung lebih lama. Insomnia sementara, bisa disebabkan oleh:
Hyperarousal, kesulitan tidur biasanya berasal dari lonjakan emosional yang bisa disebabkan oleh kesedihan, stress, atau bahkan terlalu excited, seperti yang sering diderita oleh anak-anak di malam menjelang darmawisata.
Perbedaan zona waktu dan kerja shifts, dimana si penderita dipaksa untuk bangun atau tidur berbeda dengan jam biologisnya. Untuk itu diperlukan penyesuaian diri yang lamanya tergantung dari masing-masing individu. Untuk mempersiapkan diri bepergian ke arah Timur dengan zona waktu yang berbeda, Anda dianjurkan untuk mencukupi waktu tidur Anda terlebih dahulu.
Lingkungan tidur, tentu saja seseorang sulit tidur di tempat yang kurang nyaman. Akan tetapi patut diperhatikan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika Anda menempati sebuah kamar baru ditengah kota yang hiruk pikuk, jatuh tidur menjadi sulit sekali. Tetapi setelah beberapa malam, Anda menjadi terbiasa dan tidak lagi terganggu dengan keramaian dunia luar.
Insomnia yang menetap, dapat disebabkan oleh:
Gastroesophageal Reflux, dimana seseorang terganggu tidurnya karena asam lambung yang naik saat berbaring. Penderitanya merasakan rasa panas yang menjalar di dada. Biasanya ia akan terbangun dengan rasa pahit dan seolah tersedak dan batuk-batuk.
Restless Legs Syndrome (RLS), adalah sebuah gangguan syaraf yang dijabarkan sebagai rasa tidak nyaman pada kaki. Sering kali digambarkan sebagai rasa kesemutan, pegal, kaku dan lain-lain, yang hanya dapat diringankan dengan menggerak-gerakkan kaki. Terutama dirasakan bila duduk atau berbaring lama. Penderitanya selalu ingin menggerakkan kakinya, hingga sulit baginya untuk jatuh tidur. RLS juga diikuti dengan Periodic Limb Movements (PLMS) yang mengganggu kualitas tidur. Dalam tidur kaki akan bergerak-gerak sendiri lalu diam dan bergerak lagi secara periodik (biasanya setiap 30 detik.) Akibatnya tidur penderita akan terpotong-potong dan menyebabkan kantuk di siang harinya (EDS.)
Penyakit-penyakit lain yang menimbulkan rasa nyeri. Penderita tidak dapat tidur karena deraan rasa sakit yang dideritanya.
Kecemasan yang berkepanjangan dapat menyebabkan insomnia berkepanjangan pula. Gangguan emosional dan psikiatris biasanya memerlukan perawatan dokter ahli kesehatan jiwa. Tetapi terutama yang terpenting adalah pemahaman penderita tentang gangguan yang dideritanya, serta disiplin dan kesabarannya untuk terus mengikuti setiap terapi yang tidak dapat memberikan hasil instan.
Penanganan insomnia memerlukan pengetahuan dan disiplin dari pasien. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan insomnia secara menyeluruh. Yang diperlukan adalah kesabaran dan disiplin untuk mengikuti setiap petunjuk. Yang pertama kali harus diikuti adalah petunjuk tidur yang sehat (sleep hygiene.) Banyak penderita insomnia yang sebenarnya hanya memiliki kebiasaan buruk seputar tidur, dan sudah terbantu dengan memperbaiki kebiasaan tidurnya. Beberapa pasien bahkan menciptakan ritual sebelum tidur yang terutama berisi kegiatan relaksasi, meditasi hingga perawatan tubuh. Beberapa perawatan alternatif juga layak untuk dicoba, seperti hipnotis, akupunktur, herbal atau jamu, pemijatan dan lain-lain. Biasanya para insomniac memiliki rasa cemas menjelang tidur. Kecemasan berupa rasa takut tidak dapat tidur, yang pada akhirnya malah memperberat insomnia. Cara terbaik adalah dengan membatasi waktu di atas tempat tidur. Tempat tidur hanya digunakan untuk tidur dan seks. Tidur pun dibatasi dengan harapan akan menciptakan hutang tidur yang akan membantu tidur malam berikutnya. Penderita diharapkan untuk naik ke tempat tidur, hanya jika sudah mengantuk. Jika kecemasan akan permasalahan yang dihadapi menjadi penyebab utama, ciptakanlah waktu cemas tersendiri. Luangkan waktu selama satu atau setengah jam untuk menuliskan semua kecemasan Anda dan apa-apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya ke dalam satu buku atau blog khusus. Tumpahkan semua ke dalam buku tersebut. Setelah itu alihkan pikiran Anda ke hal-hal yang menyenangkan hati.
Untuk mempermudah tidur, dapat juga dengan melakukan visualisasi. Bayangkanlah diri Anda berada di tempat yang nyaman. Atau bayangkanlah kejadian-kejadian yang membahagiakan. Dengan demikian pikiran akan terarah pada satu pikiran yang santai dan menyenangkan, teralih dari berbagai kecemasan. Sedangkan dengan masalah-masalah kesehatan, tentu saja Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. Jika Anda diresepkan obat tidur, jangan terlalu takut akan efek ketergantungan atau efek toleransi. Obat-obatan masa kini jauh lebih aman untuk dikonsumsi secara benar. Dengan mengikuti perilaku tidur yang sehat, perlahan Anda (dengan bimbingan dokter) dapat mengurangi dosis obat tidur. Ingat, tidak semua insomnia dapat diatasi dengan obat tidur. Tidak jarang, penderita dapat meringankan insomnia hanya dengan mengikuti perilaku tidur yang baik. Khusus bagi penderita Restless Legs Syndrome, diperlukan sleep study terlebih dahulu untuk diagnosanya. Setelah diagnosa ditegakkan pengobatan baru dapat dilakukan.
|