
Kehidupan saat ini menuntut kita untuk selalu aktif, tajam, kreatif dan produktif setiap saat. Di setiap kesempatan, sedapat mungkin kita tampil prima dan penuh vitalitas. Kita sering kali mengorbankan tidur untuk mengejar deadline, menyelesaikan berbagai tugas, atau bahkan untuk melepas penat dengan menikmati berbagai hiburan hingga larut malam. Untuk itu kita pun mengkonsumsi berbagai stimulan, mulai dari kopi, berbagai vitamin, hingga minuman berenergi yang kini banyak beredar di pasaran. Amat disayangkan, karena salah satu faktor yang sebenarnya juga penting malah kita lupakan; yaitu tidur. Tidur dalam kapasitasnya sebagai faktor kesehatan yang harus diperhatikan telah diabaikan. Padahal tidur amatlah penting bagi kesehatan, kebugaran, dan juga performa kita. Dengan tidur yang teratur dan cukup, kita telah meningkatkan daya tahan tubuh kita. Sebuah penelitian pada pasien-pasien di ICU menyatakan bahwa pasien-pasien tanpa gangguan tidur lebih tahan terhadap serangan infeksi dibandingkan dengan pasien lain dengan gangguan tidur. Atau cobalah pada diri Anda jika terkena flu, dengan tidur yang cukup tentu lebih cepat pulih bukan? Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh National Sleep Foundation lebih jauh meneliti akibat tidur pada performa mental dan emosional seseorang. Untuk beberapa waktu para relawan diharuskan tidur di laboratorium yang khusus dirancang agar nyaman untuk ditiduri. Sementara di siang hari mereka beraktifitas seperti biasa. Perlu ditekankan bahwa para relawan ini sebelumnya merasa tidak ada masalah dengan produktifitas mereka. Pada beberapa malam pertama, mereka tidur selama 9-10 jam untuk membayar hutang tidur yang sudah menumpuk karena kebiasaan tidur yang tak teratur. Untuk malam-malam selanjutnya, mereka seperti terprogram untuk tidur 7,5-8,5 jam dengan rata-rata 8 jam semalamnya. Pada awal dan akhir penelitian ini mereka diberi berbagai uji kecerdasan dan emosional. Hasil akhir menunjukkan bahwa dengan tidur yang teratur tingkat kecerdasan dan kondisi emosional mereka jauh lebih baik. Yang mengejutkan, beberapa peserta penelitian bahkan ingin melanjutkan proses ini karena merasakan perubahan emosional dan produktifitas secara drastis, padahal sebelumnya mereka merasa cukup sehat dan produktif. Dari sini ditemukan bahwa rata-rata kebutuhan tidur seseorang adalah 8 jam seharinya. Jika Anda merasa lelah dan kurang bersemangat, selain menikmati secangkir kopi, cobalah lihat pola tidur Anda juga. Apakah sudah cukup 8 jam sehari? Apakah kualitasnya sudah cukup baik? Apakah Anda merasa tidur Anda terganggu? Atau cobalah bereksperimen. Atur tidur Anda agar mencukupi 8 jam seharinya dengan waktu yang teratur. Bangun selalu pada jam yang sama setiap pagi. Jika harus keluar dari jadwal, jangan tidur terlambat lebih dari 2 jam, atau bangun lebih siang / awal lebih dari 1 jam. Setelah Anda merasa nyaman dengan jadwal tidur yang telah Anda buat, lihatlah performa dan kondisi temperamen Anda. Lebih baik?
Selamat mencoba...
|