Tidur adalah proses normal yang biasa kita alami setiap malam. Sedemikian biasanya sehingga dianggap sebagai bagian yang kurang penting bagi kesehatan kita. Ada anggapan yang keliru tentang tidur, kita menganggap tidur sebagai fase pasif dari siklus kehidupan sehari-hari. Ini salah, karena tidur sebenarnya sebuah proses yang aktif. Ini dibuktikan dengan perekaman proses-proses biologis selama tidur yang dikenal dengan sebutan Polysomnography (PSG) namun lebih populer dengan sebutan Sleep Study. Dari perekaman gelombang otak (EEG), yang merupakan bagian dari sleep study, para ilmuwan menemukan bermacam-macam gelombang otak yang akhirnya menjadi dasar pembagian tahapan tidur. Kekeliruan kedua adalah dengan menganggap tidur sebagai periode yang aman. Karena selama tidur seolah kita berada dalam mode auto-pilot. Memang mekanisme pengaturan tidur diatur oleh otak secara otomatis. Tetapi beberapa gangguan dapat terjadi selama tidur, bahkan bukan tidak mungkin bisa berakibat fatal. Anda pernah mendengar ada orang yang meninggal mendadak dalam tidur? Meskipun kedokteran tidur baru berkembang 50 tahun belakangan ini saja, namun sudah banyak perkembangan yang dicapai. Proses tidur dan gangguan-gangguan tidur pun semakin banyak dikenal. Tetapi amat disayangkan bahwa pengetahuan ini tidak menyebar merata ke masyarakat luas. Banyak orang yang mengantuk karena tidak tahu cara mengatur tidur dengan baik. Mereka tidak menyadari mekanisme hutang tidur, dan dibiarkan menumpuk hingga pada akhirnya mengakibatkan turunnya produktifitas, buruknya pengambilan keputusan (seperti yang terjadi pada kecelakaan Chalenger), dan kecelakaan saat mengendara atau mengoperasikan alat berat. Atas nama produktifitas, banyak manusia modern yang mengorbankan waktu tidur untuk bekerja. Tanpa disadari mereka menumpuk hutang tidur yang akan menurunkan produktifitas di siang hari berikutnya. Untuk dapat tetap berfungsi maksimal orang-orang ini mengandalkan kopi dan berbagai suplemen berenergi yang biasanya dikonsumsi secara berlebihan dan menyebabkan terganggunya pola tidur seseorang. Pada akhirnya, hutang tidur yang ditanggung akan semakin banyak dan semakin membebani aktifitas sehari-hari. Gejala-gejala lain seperti sakit kepala di pagi hari, kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, hipertensi dan masih banyak lagi; diderita bertahun-tahun tetapi tidak pernah terpikir untuk menghubungkannya dengan gangguan tidur. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi saat tidur. Tahukah Anda bahwa Anda mendengkur, jika tidak diberi tahu oleh orang lain? Dr. Andreas A. Prasadja
|