Buku "Ayo Bangun! dengan Bugar karena Tidur yang Benar"
06.20.09 (10:51 am) [edit]
"Sangat informatif! Mengungkapakan berbagai fakta menarik tentang tidur dengan gaya yang ringan dan populer."
Soraya Haque, Presenter
"Inilah buku pertama dalam bahasa Indonesia yang bercerita mengenai seni tidur sebagai kunci menjalankan kehidupan yang sehat."
Endy M. Bayuni, Pemimpin Redaksi Harian The Jakarta Post

Cover Versi Pria
Cover Versi Wanita
Penulis Di Gramedia
Tidurlah untuk Sehat
06.15.09 (12:37 pm) [edit]
Kualitas tidur mempengaruhi produktivitas kerja.
preventionindonesia.com
preventionindonesia.com
Kebanyakan orang hanya mempersepsikan tidur sebagai rutinitas biasa. Bahkan tidur dikategorikan sebagai kegiatan yang tidak produktif. Alhasil, waktu tidur pun semakin dikurangi agar target perusahaan atau pengembangan karir bisa berjalan lebih cepat.
“Yang terjadi ketika waktu tidur dikurangi, otak sulit berkonsentrasi dan kreativitas pun ikut menurun,” ucap Dr. Andreas Prasadja, RPSGT yang merupakan Sleep Physician, Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran Jakarta. Akhirnya bukan produktif, malah lamban. Tidak hanya mengganggu kemampuan kognitif, kurang tidur menurut Andreas juga dapat “mengacaukan” mental dan emosional.
Percaya atau tidak, tidur memiliki tahapannya sendiri. Mulai dari Non Rapid Eye Movement (NREM) sampai Rapid Eye Movement (REM). Pembagian tahapan tidur berdasarkan gelombang otak. “Jadi otak tetap aktif ketika tidur”. Khususnya ketika memasuki tahap REM, aktivitas otak justru meningkat. Seolah-olah, syaraf-syaraf diaktifkan.
Dan ketika di pagi hari, saat kita bangun akan mengeluarkan hormon kortisol. Andreas menjelaskan, hormon kortisol adalah hormon yang biasanya tinggi saat stres. Hormon inilah yang memicu produksi adrenalin, sehingga ketika bangun dengan perasan segar bugar.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tentara Amerika Serikat, menunjukkan tentara yang kurang tidur, kemampuan menembaknya menurun. Hipotesa yang ada dari penelitian ini, menurut Andreas, menunjukkan betapa tidur berhubungan langsung dengan produktivitas kita.
Idealnya, orang dewasa memerlukan tidur selama 7-8 jam. Namun Andreas menekankan untuk mengenali jam biologis yang kita miliki. Jam biologis inilah yang memberitahu kapan kita harus beristirahat dan bekerja. Umumnya, orang dewasa baru bisa berkonsentrasi tinggi ketika jam 10 pagi. Dan di siang hari, usai makan siang adalah waktu yang tepat untuk sejenak tidur. “Bukan karena kenyang lalu mengantuk, tapi memang jam biologisnya seperti itu.”
Maka di siang hari, Andreas menyarankan untuk menyempatkan tidur walaupun hanya 30 menit. Andreas menyebutnya sebagai power nap. “Ketimbang minum kopi, power nap akan membantu otak untuk lebih segar sehingga pekerjaan lebih cepat selesai.” Jadi mulai sekarang, tidurlah untuk sehat. (Siagian Priska)
Link: http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tidurlah-untuk- sehat&" title="http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tidurlah-untuk- sehat&" target="_blank"http://preventionindonesi a.co...;channel=prevention
Tidur Nyenyak Tanpa Kafein dan Nikotin
06.15.09 (12:31 pm) [edit]
Jauhkan kafein dan nikotin untuk menikmati tidur yang lelap.
preventionindonesia.com
Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, seringkali dijadikan “pelarian” bagi kita untuk mengangkat mata yang mulai mengantuk. Maklum pekerjaan menumpuk dan deadline yang ditetapkan semakin memburu. Tanpa disadari, kebiasaan ini telah membuat tubuh kita untuk tetap aktif hingga dini hari.
preventionindonesia.com
Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, seringkali dijadikan “pelarian” bagi kita untuk mengangkat mata yang mulai mengantuk. Maklum pekerjaan menumpuk dan deadline yang ditetapkan semakin memburu. Tanpa disadari, kebiasaan ini telah membuat tubuh kita untuk tetap aktif hingga dini hari.
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT yang merupakan Sleep Physician, Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran Jakarta, mengatakan, minum kopi memang membuat mata jadi segar dan semangat tinggi. Pekerjaan memang bisa dikerjakan, tapi ketelitiannya pasti menurun. “Padahal kerja kopi itu, 9-15 jam.”
Maka bayangkan apa yang terjadi ketika kita meminumnya menjelang sore. “Di malam hari, saat tubuh meminta untuk istirahat, mata kita masih terbuka lebar.” Kita menjadi tidak adil pada tubuh, karena tidak ada satu pun zat yang dapat menggantikan efek restorasi tidur atau kembali ke tidur lelap.
Selain kopi, Andreas juga menyebutkan minuman berkola, coklat, dan nikotin merupakan benda-benda yang harus dijauhi. Terlebih saat kita mulai masuk ke waktu tidur. “Mari berikan nutrisi yang sehat untuk tidur yang sehat. Karena tidur sehat, menajamkan daya kerja otak.” (Siagian Priska)
Link: http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tidur-nyenyak-t anpa-kafein-dan-nikotin&a mp" title="http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tidur-nyenyak-t anpa-kafein-dan-nikotin&a mp" target="_blank"http://preventionindonesi a.co...;channel=nutrition_and_re cipes
Olahraga Rutin Membantu Tidur
06.15.09 (12:23 pm) [edit]
Pilihlah waktu olahraga yang tepat untuk meningkatkan kualitas tidur.
Sumber: preventionindonesia.com
Sumber: preventionindonesia.com
Belakangan, banyak eksekutif muda yang berlomba-lomba ke gym usai pulang kerja. Ini adalah tren positif, karena mereka masih memberikan kesempatan bagi otot-otot mendapat relaksasi. Tapi apakah olahraga di malam hari, mendukung kita untuk menikmati tidur yang berkualitas?
“Idealnya, olahraga dilakukan di pagi hari,” jawab Dr. Andreas Prasadja, RPSGT. Selesai olahraga, meskipun badan terasa lelah tapi produksi adrenalin meninggi dan menjadikan otak lebih segar. Ini artinya, kita akan lebih bersemangat mengerjakan apapun.
Jadi bayangkan apa yang terjadi ketika olahraga dilakukan mendekati waktu tidur. “Sudah dapat dipastikan kualitas tidur kita akan terganggu,” ucap Andreas yang merupakan Sleep Physician, Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran Jakarta.
Padahal tidur adalah proses, otak memproses ulang setiap hal yang alami sepanjang hari. Termasuk mengulang setiap informasi yang kita terima. Ini mengapa tidur yang berkualitas akan menajamkan daya ingat dan kemampuan berpikir.
Dan untuk jenis olahraga, Andreas menyebutkan, pada dasarnya semua olahraga bisa mendukung kualitas tidur. Selama dilakukan dengan rutin, karena olahraga membantu proses rileksasi berlangsung lebih cepat. Sehingga kualitas tidur pun bukan sekedar “mimpi”. (Siagian Priska)
Link: http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/olahraga-rutin- membantu-tidur&" title="http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/olahraga-rutin- membantu-tidur&" target="_blank"http://preventionindonesi a.co...;channel=prevention
“Idealnya, olahraga dilakukan di pagi hari,” jawab Dr. Andreas Prasadja, RPSGT. Selesai olahraga, meskipun badan terasa lelah tapi produksi adrenalin meninggi dan menjadikan otak lebih segar. Ini artinya, kita akan lebih bersemangat mengerjakan apapun.
Jadi bayangkan apa yang terjadi ketika olahraga dilakukan mendekati waktu tidur. “Sudah dapat dipastikan kualitas tidur kita akan terganggu,” ucap Andreas yang merupakan Sleep Physician, Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran Jakarta.
Padahal tidur adalah proses, otak memproses ulang setiap hal yang alami sepanjang hari. Termasuk mengulang setiap informasi yang kita terima. Ini mengapa tidur yang berkualitas akan menajamkan daya ingat dan kemampuan berpikir.
Dan untuk jenis olahraga, Andreas menyebutkan, pada dasarnya semua olahraga bisa mendukung kualitas tidur. Selama dilakukan dengan rutin, karena olahraga membantu proses rileksasi berlangsung lebih cepat. Sehingga kualitas tidur pun bukan sekedar “mimpi”. (Siagian Priska)
Link: http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/olahraga-rutin- membantu-tidur&" title="http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/olahraga-rutin- membantu-tidur&" target="_blank"http://preventionindonesi a.co...;channel=prevention
Tempat Bermimpi yang Nyaman
06.15.09 (12:10 pm) [edit]
Mendisain kamar agar tidur dengan nyenyak.
preventionindonesia.com
preventionindonesia.com
Tidur, bukan sekedar membaringkan tubuh dan memejamkan mata. Itu mengapa, kamar menjadi salah satu elemen yang mempengaruhi kualitas tidur.
Lalu apa yang perlu dilakukan untuk menyulap kamar tidur menjadi tempat bermimpi yang menyenangkan, berikut panduannya:
Redupkan Kamar.
Lalu apa yang perlu dilakukan untuk menyulap kamar tidur menjadi tempat bermimpi yang menyenangkan, berikut panduannya:
Redupkan Kamar.
Percaya atau tidak, sekecil apapun cahaya yang ada dalam kamar kita, dapat memengaruhi kualitas tidur. Ini diamini Amy Wolfson, PhD, penulis buku The Woman’s Book of Sleep : A Complete Resource Guide. “Bahkan berkas cahaya bisa menyusup masuk ke dalam retina mata, ketika kita tertidur.” Cahaya tipis ini, oleh otak diartikan sebagai signal untuk bangun. Yang harus dilakukan adalah gunakan eye mask untuk “menyelamatkan&rdqu o; otak dari signal yang salah.
Sunyikan Kamar.
“Suasana yang tenang bisa mengundang kita untuk terlelap,” ucap Dr. Andreas Prasadja, RPSGT yang merupakan Sleep Physician, Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran Jakarta. Suasana tenang, diartikan tubuh sebagai rileksasi dan mengantar otak untuk masuk ke gelombang tidur awal atau mengantuk. Yang harus dilakukan, memindahkan televisi dari kamar sehingga suaranya tidak “mengundang” kita untuk terus terjaga.
Sejukkan Kamar.
Suhu kamar yang terlalu panas, bisa membuat kita terjaga di malam hari. Sedangkan suhu kamar yang terlalu dingin akan membuat kita meringkuk dan bangun dalam keadaan menggigil. Yang harus dilakukan, memastikan suhu kamar antara 16-21 derajat Celsius. Ini akan memudahkan kita untuk tertidur dan bangun dengan kondisi tubuh yang segar. (Siagian Priska)
Link: http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tempat-bermimpi -yang-nyaman&" title="http://preventionindonesi a.com/article.php?name=/tempat-bermimpi -yang-nyaman&" target="_blank"http://preventionindonesi a.co...;channel=prevention




