Lab Tidur Sleep Disorder Clinic - Jakarta

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2008 September
2008 August
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Online Education in Sleep Management
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Resindo Medika
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Puritan Bennett Sleep

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Kesehatan Tidur dan Kebiasaan Merokok
06.19.08 (9:50 am)   [edit]

Trend kesehatan modern kini juga memperhatikan tidur sebagai salah satu pilar penopang kesehatan selain olah raga dan keseimbangan nutrisi.

Di pagi hari kita merasakan manfaat dari tidur yang menyegarkan dan memberi energi baru untuk menghadapi hari yang akan kita jelang. Ini disebabkan oleh kortisol yang dihasilkan pada saat tidur. Kortisol dihasilkan menjelang pagi saat proses tidur mendekati akhir. Dalam tidur terjadi juga pembaruan dan perbaikan sel-sel yang rusak yang dipicu oleh Growth Hormone yang dihasilkan tubuh pada tahap tidur dalam.

Kurang tidur atau proses tidur yang terganggu jelas merugikan kesehatan dan performa kita di siang hari. Mulai dari kurangnya motivasi, penurunan kemampuan konsentrasi dan daya ingat, hingga buruknya suasana hati. Kondisi kurang tidur juga menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Belum lagi adanya beberapa penelitian belakangan ini yang membuktikan hubungan kurang tidur dengan tekanan darah tinggi dan resiko menderita diabetes. Tetapi efek kurang tidur yang paling nyata terlihat adalah pada kulit yang tampak kusam dan tak segar.

Nikotin

Dalam bidang kesehatan tidur, nikotin digolongkan dalam kelompok zat stimulan. Stimulan merupakan zat yang memberikan efek menyegarkan seperti halnya kafein dan coklat. Namun demikian, ada juga sebagian efek dari nikotin yang menenangkan sehingga perokok dapat merasa tenang dan santai saat menghirup asapnya.

Namun efek stimulan dari nikotin ternyata lebih kuat, ini dibuktikan dengan penelitian Punjabi dan kawan-kawan di tahun 2006 yang meneliti efek nikotin pada pola tidur seseorang. Perokok ternyata membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dibanding orang yang tidak merokok. Mereka jadi sulit tidur.

Kecanduan Rokok

Pada penelitian selanjutnya yang dipublikasikan pada Februari 2008, Punjabi dan kawan-kawan lebih menyoroti efek kecanduan rokok pada pola tidur. Secara teoritis, nikotin akan hilang dari otak dalam waktu 30 menit. Tetapi reseptor di otak seorang pecandu seolah ‘menagih’ nikotin lagi, sehingga mengganggu proses tidur.

Pada pecandu akut yang baru mulai kecanduan rokok, selain lebih sulit tidur, mereka juga dapat terbangun oleh keinginan kuat untuk merokok setelah tidur kira-kira 2 jam. Setelah merokok mereka akan sulit untuk tidur kembali karena efek stimulan dari nikotin. Saat tidur, proses ini akan berulang dan ia terbangun lagi untuk merokok.

Sedangkan pada tahap lanjut, perokok mengalami gangguan kualitas tidur yang dipicu oleh efek ‘menagih’ dari kecanduan nikotin. Dari perekaman gelombang otak di laboratorium tidur, didapatkan bahwa perokok lebih banyak tidur ringan dibandingkan tidur dalam; terutama pada jam-jam awal tidur. Akibatnya, dari penelitian tersebut didapatkan, jumlah orang yang melaporkan rasa tak segar atau masih mengantuk saat bangun tidur pada perokok adalah 4 kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok.

Menghentikan Kecanduan

Salah satu penyebab pecandu rokok sulit menghentikan kebiasaan merokok adalah gangguan tidur yang dipicu oleh efek ‘menagih’ yang dialami. Ini pun menjadi masalah baru ketika seseorang mencoba beberapa macam plester maupun obat-obatan pengganti nikotin.

Beberapa obat pengganti nikotin mempunyai efek stimulan yang sama dengan nikotin, sehingga menyebabkan penderita sulit tidur jika diminum di malam hari. Sedangkan jenis obat yang lainnya juga menyebabkan efek kecanduan yang sama seperti nikotin.

Untuk itu, strategi penghentian rokok perlu juga memperhatikan waktu dan jam biologis seseorang.

#####

Kita semua sudah memahami berbagai kerugian dari kebiasaan merokok. Mulai dari gangguan jantung dan pembuluh darah hingga gangguan kehamilan pada wanita. Kini dengan ditambahnya pengetahuan dari sisi kedokteran tidur, bertambah lagi alasan untuk menghentikan atau tidak memulai kebiasaan buruk yang bernama merokok.

0 Comments
 
Andreas A. Prasadja, “Dokter Dengkur” Dari Kemayoran
06.02.08 (9:07 am)   [edit]

Tanpa sengaja, dokter muda ini mendalami masalah gangguan tidur. Setelah nyemplung, ia justru makin ketagihan. Kini ia jadi orang pertama di Indonesia yang mendalami masalah ini.

 

 
Kenapa Anda tertarik mendalami bidang yang masih langka ini?
Sebenarnya ini kebetulan yang akhirnya jadi ketagihan. Jadi tak sengaja sekarang jadi "dokter tidur".

 

Kok bisa begitu?
Awalnya dari kebijakan Rumah Sakit Mitra Kemayoran (tempat Andreas bekerja) yang punya visi dan misi ingin menjadi rumah sakit yang paling maju. Maka tahun 2002 dibukalah Sleep Laboratory. Kalau di luar negeri, kan, soal sleep medical ini sangat maju. Tapi dalam perkembangannya kurang baik.

Penyebabnya?
Mungkin karena tenaga medisnya kurang menguasai. Akhirnya pemilik RS menawarkan ke saya untuk belajar sleep medical.

Wah, tawaran menarik, dong.
Semula saya agak pesimis. Opo sing dipelajari (apa yang dipelajari, Red) sleep medical itu. Apa menariknya dan gunanya. Tapi ya sudahlah, diterima saja. Akhirnya saya belajar dasar-dasar sleep medical ke Singapura.
Ternyata sleep medical itu luar biasa penting dan menarik.

Pandangan Anda soal ilmu itu jadi terbuka ?
Benar... Saya jadi terbuka. Bahkan sepulang dari Singapura saya malah minta ke pemilik RS, "Pak...tolong saya disekolahin lagi." Akhirnya, saya mendalami Sleep Medicine and Technology di Universitas Sydney, Australia. Tepatnya sejak 28 November - 9 Desember 2005. Setelah itu saya ke Amerika untuk ujian agar diakui secara internasional.
(Setelah lulus dr. Andreas yang semula bekerja sebagai dokter umum di RS Mitra Kemayoran berhak menyandang title RPSGT - Registered Polysomnographic Technologist.)

Ada dokter lain di Indonesia yang juga belajar sleep technology?
Tidak ada. Kebetulan saya yang pertama di Indonesia. Di Malaysia saja belum ada dokter yang belajar soal ini. Anehnya, banyak pejabat Indonesia yang berobat karena gangguan tidur itu ke Malaysia.

Berarti belum tersosialisasikan, dong?
Benar. Memang tugas saya untuk menyosialisasikan.
(Ada beragam cara yang dilakukan Andreas menyosialisasikan soal gangguan tidur ini. Salah satunya lewat sebuah blog (http://sleepclinicjakart a.tbl...) miliknya yang membahas informasi seputar kesehatan tidur. Andreas juga punya cita-cita menerbitkan buku soal kesehatan tidur yang bisa dibaca masyarakat umum.)

Apa sih yang Anda dapat dari belajar sleep technology?
Sangat menarik mendalami kesehatan tidur. Semula saya beranggapan, gangguan tidur hanya sebatas insomnia. Dan penanganannya mau diapain lagi ? Paling diberi obat tidur atau ditenang-tenangin. Tapi ternyata gangguan tidur itu banyak sekali. Ada ngorok, sleep talking, sleep walking, narcolepsi dan sebagainya. Dan semua itu tidak saya dapatkan selama kuliah di Fakultas Kedokteran.

Sebenarnya yang paling berbahaya itu apa?
Ngorok alias mendengkur.

Lho, ada yang menganggap, ngorok itu pertanda tidurnya pulas?
Memang ngorok itu ada yang bahaya ada yang tidak.Dan selama ini banyak yang menganggap kalau ngorok itu biasa, bukan hal yang berbahaya.Jangankan di sini, di Amerika ada penelitian bahwa 1 banding 5 orang menderita sleep apnea atau berhentinya napas saat tidur karena ngorok. Dan celakanya 80 persennya tidak terdeteksi. Di negara maju saja kondisinya seperti itu, apalagi di Indonesia. Jangankan masyarakat umum, dokter juga banyak yang enggak paham. Itu yang membuat banyak gejala OSA tidak terdeteksi.
(Ini dibuktikan saat Andreas akan mengadakan senimar di sebuah RS. Ketika ia mengajukan tema OSA - Obstructive Sleep Apnea atau berhenti napas saat tidur - panitianya yang juga dokter masih menanyakan apa itu OSA.)

Akibatnya apa jika tidak terdeteksi?
Penanganan yang salah. Misalnya orang yang ngantukan dan cepat capek mungkin kalau itu gejala dari OSA. Tapi orang itu mengira mengidap gula darah.

Bagaimana sih untuk mengetahui apakah ngorok itu bahaya atau tidak?
Saya akan melakukan wawancara dulu. Digali apa keluhannya. Setelah itu baru periksa. Nah, dalam pemeriksaan saya tak pernah menggunakan stetoskop yang selalu menjadi simbol seorang dokter.

Apa, dong, alatnya?
Laboratorium tidur. Pasien semalam harus menginap di laboratorium tidur. (Laboratorium ini letaknya di seberang ruang praktek Andreas. Kamar yang kira-kira ukuran 3 x 6 meter ini berisi sebuah tempat tidur, sofa dan beragam alat untuk mendeteksi "kegiatan" pasien selama tidur. Hasil rekam medik itu terhubung ke sebuah komputer).

Saat pasien tidur direkam napasnya, gelombang otaknya, jantungnya, dll. Setelah itu baru saya analisa. Seru lo, membaca hasilnya. Kalau membaca rontgent, kan, sekali liat langsung bisa dianalisa. Tapi membaca hasil rekam dari laboratorium tidur itu harus per frame. Satu frame merekam selama 30 detik. Dan saya harus membaca rekaman selama dia tidur yang paling tidak antara 6 sampai 8 jam. Tidak terbayang kan, berapa banyaknya karena terbagi dalam 30 detik. Dan itu harus dibaca satu-satu. Gelombang otaknya dulu, setelah selesai baru jantungnya, napasnya, dan seterusnya.

Perlu dokter dengan kualifikasi khusus untuk membaca hasilnya?
Ya, karena alat dan software-nya juga khusus. Terapinya selain obat juga kami anjurkan pasien memakai alat bantu napas saat tidur. Alat itu berupa masker yang dihubungkan ke sebuah kotak yang bisa memompa udara saat saluran napas tersumbat.

Sebenarnya bagaimana, sih, bisa dikatakan berhenti napas saat ngorok?
Gerakan napas tetap ada tapi saluran napas tersumbat. Dada tetap naik turun, sementara oksigen drop dan karbondioksida jadi naik. Memang dalam tubuh ada sensor yang mengirim perintah ke otak saat karbondioksida naik. Orang jadi terjaga dan saluran napas terbuka lagi. Tapi meski otak terjaga, orang itu tidak terbangun. Akibatnya, karena otak sering terjaga, maka menjadikan kualitas tidurnya buruk. Bangun jadi tidak segar, capek, sulit konsentrasi, masih ngantuk meski sudah tidur 8 jam, dll.

Ada efek yang lebih buruk lagi?
Saat otak sering terjaga akan membuat tensi naik. Nadi jadi cepat dan bisa berakibat ke jantung. Metabolisme juga terganggu yang berakibat darah mengental. Resikonya bisa stroke dan jantung koroner.

Omong-omong, jadi dokter cita-cita dari kecil?
Enggak sih. Daftar saja, eh....ternyata diterima. Akhirnya ya, dijalani saja.

Sebenarnya setelah lulus dokter, sudah punya rencana mengambil spesialis apa?
Wah, belum. Tapi begitu ada kesempatan mendalami bidang ini, ya diambil saja. (Andreas adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Jakarta tahun 2002. Suami dari Kristandi Madona, seorang psikolog yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, 16 Mei mendatang tepat berusia 33 tahun. Kini ayah dari Khiara Monica ini dipercaya mengelola Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran. Ayahnya seorang pelukis, sementara ibunya apoteker.)

Suka melukis juga?
Enggak tuh. Bakat ayah tidak menurun ke saya.

Anda kalau tidur jam berapa?
Jam 21.30. Saya ini anti begadang. Lain halnya kalau diajak makan, ayo saja. Prinsip saya, makan banyak olahraga secukupnya.

Olahraga apa yang biasa Anda lakukan?
Dulu saya masih suka berenang. Tapi sekarang ini sudah tak punya waktu lagi. Paling hanya nyepeda ke kantor yang jaraknya hanya 5 kilo. Selain sebagai olahraga, sepeda juga sebagai hobi.
(Di komunitas pehobi sepeda, Andreas tak pelit berbagi advis kesehatan lewat milis. Ia kerap memberi "pencerahan" soal kesehatan kepada teman-teman komunitasnya).

Tidak dilarang istri nyepeda ke kantor?
Justru dia yang nyuruh.
SUKRISNA, Tabloid NOVA http://www.tabloidnova.com/ar...;channel=profil

4 Comments
 
Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja