Lab Tidur Sleep Disorder Clinic - Jakarta

Informasi Seputar Kesehatan Tidur


Blog For Free!


Archives
Home
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 January
2007 November
2007 October
2007 August
2007 July
2007 May
2007 March
2007 February
2006 September
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March

My Links
Tanya Dokter Anda
sehat-online
Online Education in Sleep Management
Respironics
Tidur Sehat dan Gangguannya, Harian "Suara Merdeka"
Artikel Gangguan Tidur "Tabloid NOVA"
Liputan 6 SCTV
American Academy of Sleep Medicine
RES MED
hanyawanita.com
Resindo Medika
Mendengkur, Jurnal Nasional
Mitra Keluarga
Puritan Bennett Sleep

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


blog-indonesia.com
Click here to join tidur_sehat
Click to join tidur_sehat

Sembuhkan Dengkuran Saya!
03.28.08 (1:33 pm)   [edit]

Berikut pengalaman seorang pasien kami yang dituangkan kepada Reader’s Digest Indonesia.

Selama hidupnya, Stephen Dave, 31, tak pernah menduga dirinya punya masalah tidur. “Memang saat tidur, saya selalu mendengkur keras. Tapi tidak pernah menyangka ada masalah walau istri saya suka komplain,” ujarnya.

Masalah bertambah serius saat Stephen menyadari bahwa dia sering dilanda rasa kantuk berat. “Walau sudah tidur selama 7-8 jam tiap malam, tetap saja saat berangkat kantor, kadang saya jatuh tertidur selama beberapa detik saat mengemudi di jalan tol,” ungkap Stephen yang bekerja sebagai product manager perusahaan elektronika.

Rasa kantuk tidak berhenti di situ saja. Kira-kira pukul 13.00-14.00, Stephen selalu merasa ngantuk berat. “Terlebih saat rapat yang panjang dan berlarut-larut, kadang saya ketiduran di tengah rapat,” katanya.

Untung masalah Stephen tidak berlarut-larut. Pada 2006, dia kebetulan mengunjungi sebuah rumah sakit yang memiliki sleep clinic. Di tempat itu, Stephen menemukan brosur mengenai sleep disorder yang menunjukkan gejala masalah tidur yang serupa dengan gangguan yang dialaminya. Langsung saja dia memeriksakan diri.

“Setelah diperiksa dan berkonsultasi, dokter menyatakan bahwa kualitas tidur saya buruk,” ungkap Stephen yang menginap di sleep clinic itu satu malam untuk menjalani tes. Menurut sang dokter, walau Stephen terlihat tidur selama 7-8 jam, namun otaknya tidak berhenti bekerja. Kondisi itu membuatnya tidak benar-benar tidur, sehingga wajar saja dia merasa ngantuk luar biasa keesokan harinya. Oleh dokter, Stephen diberi alat CPAP (Continuous Possitive Airway Pressure), yang memberi udara segar ke hidung untuk membuka saluran pernapasan. Alat itu membantu Stephen bernapas normal saat tidur. Hingga kini, setelah satu tahun mengenakan CPAP, kualitas tidur Stephen jadi baik. Kini tidak ada lagi masalah ketiduran saat menyetir atau rapat di kamus Stephen. “Istri pun tidak lagi komplain soal dengkuran keras saat saya tidur,” ujarnya senang.

Reader’s Digest Indonesia, November 2007

Bernadetta Diah Aryani

0 Comments
 
Google

Apnea
Uploaded by prasadja

Wawancara Penderita OSA
Uploaded by prasadja

Penderita OSA
Video sent by prasadja

Wawancara Penderita OSA - TPI
Uploaded by prasadja

Sleep Lab
Uploaded by prasadja