0

7 Hal Tentang Mendengkur dan Henti Nafas Tidur

Sleep apnea, atau henti nafas saat tidur masih belum begitu diketahui orang di tanah air. Sementara yang sudah tahu pun belum mengerti benar apa itu sleep apnea. Banyak kesalah pahaman meliputinya. Tak jarang ketidak tahuan pun berakibat pada keterlambatan perawatan. Penderita sleep apnea pun semakin bertambah jumlahnya. Beberapa penelitian menyebutkan obesitas sebagai penyebabnya, sementara penelitian lain menyebutkan bahwa jumlah penderita meningkat seiring dengan semakin bertambahnya kesadaran pendengkur untuk memeriksakan dirinya. Apa pun sebabnya, dengan semakin banyak penderita sleep apnea yang dirawat, resiko penyakit jantung koroner dan stroke pun menurun. Dari beberapa pasien saya, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan. Mendengkur itu wajar dan tak berbahaya. Banyak orang mendengkur, kebanyakan teman seusia saya juga mendengkur; ujar salah satu pasien pria berusia 60an tahun. Walau banyak orang mendengkur, bukan berarti mendengkur itu normal. Bahkan membahayakan. Mendengkur adalah gejala utama dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Penderitanya berulang kali mengalami henti nafas akibat menyempitnya saluran nafas saat tidur. Akibatnya oksigen akan turun naik sepanjang malam. Sebuah penelitian di Spanyol mengimitasi kondisi oksigen turun naik ini pada tikus. Akibatnya sel tumor yang disuntikkan berkembang menjadi ganas setelah beberapa waktu. Sementara penelitian-penelitian terdahulu sudah mengamini mendengkur sebagai penyebab hipertensi, berbagai penyakit jantung, stroke, depresi, kematian dan impotensi. Hanya pria yang mendengkur. Ini pun salah. Wanita juga bisa mendengkur. Hampir seperlima pasien saya adalah wanita. Walau hasil pemeriksaan tidur menunjukkan bahwa wanita menderita sleep apnea yang lebih ringan dibanding pasien pria, namun mendengkur pada wanita tetap tak boleh diremehkan. Terutama pada masa kehamilan, sleep apnea menyebabkan gangguan perkembangan janin, preeklampsia, diabetes pada kehamilan, serta resiko prematuritas. Anak-anak mendengkur itu tampak menggemaskan. Ya, memang menggemaskan tetapi ketika di antara dengkuran tampak nafas jadi berat bahkan tampak sesak, justru jadi mengerikan. Henti nafas yang dialami pada anak akan mengganggu proses tidur yang pada akhirnya akan menyebabkan gangguan tumbuh kembang, emosi dan perilaku. Daya tahan tubuh juga menurun, hingga anak mudah terserang penyakit infeksi. Selain mendengkur, gejala lain sleep apnea pada anak adalah kantuk yang berlebihan (hipersomnia). Hanya saja manifestasi hipersomnia pada anak, justru muncul sebagai hiperaktivitas. Biasanya orang tua melaporkan anak sulit mempertahankan konsentrasinya. Secara emosional, anak pun jadi lebih agresif. Semua hal yang sering kita temui pada anak yang menahan kantuk. Sleep apnea bisa menurun. Sebenarnya sleep apnea atau mendengkur disebabkan oleh saluran nafas yang sempit. Struktur wajah, bentuk rahang, gigi geligi, amandel, dan langit-langit mulut dari anak dan orang tua tentu mirip. Tak heran jika ada pasien anak yang mendengkur, salah satu dari orang tuanya pun ternyata mendengkur. Mendengkur disebabkan oleh kegemukan. Belum tentu benar. Banyak literatur memang menyatakan obesitas sebagai penyebab sleep apnea. Tapi penelitian-penelitian ini dilakukan di negara-negara ras Eropa. Mereka memiliki stuktur rahang lebar dan leher yang lebih panjang, berbeda dengan kita orang Asia yang memiliki rahang sempit dan leher pendek. Ini sebabnya banyak orang yang tidak gemuk pun mendengkur. Para ahli bahkan menemukan bahwa sleep apnea justru mengakibatkan gangguan metabolisme yang menyebabkan kegemukan. Contoh paling mudah adalah dengan merefleksikan pada diri sendiri, saat menahan kantuk akibat lembur bekerja, kita cenderung lapar bukan? Ya, sel-sel di otak pun mendikte kita untuk mencari makanan dengan rasa manis, asin dan gurih. Perawatan sleep apnea adalah dengan CPAP. CPAP, singkatan dari continuous positive airway pressure memang merupakan standar utama perawatan sleep apnea. Tapi tak semua pendengkur harus menggunakan CPAP. Ada alternatif perawatan lain berupa pembedahan atau penggunaan dental appliances (yang dibuat dokter gigi). Untuk menentukan perawatan terbaik, seorang pendengkur harus menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan saat tidur dilakukan di laboratorium tidur atau populer dikenal dengan sebutan sleep study. Dari pemeriksaan ini diagnosis baru bisa ditegakkan, dan perawatan baru ditentukan. Tidak semua pasien baik dengan jalan pembedahan. Demikian juga tak semua pendengkur baik dengan gunakan CPAP. Terkadang ada kondisi tertentu dimana pasien harus menjalani keduanya. CPAP merupakan sebuah alat yang meniupkan tekanan positif agar saluran nafas tak menutup saat tidur. Walau tak biasa di awal pemakaian, dengan penyetelan, pelatihan dan pemberian yang baik dari tenaga medis terlatih, perawatan jangka panjang nan nyaman bisa tercapai. Belakangan mulai diteliti kemungkinan alat-alat baru untuk merawat sleep apnea, seperti alat implan untuk merangsang otot-otot saluran nafas atas, atau alat semacam plester hidung yang bisa digunakan. Semoga dalam waktu dekat semakin banyak alternatif perawatan bagi penderita sleep apnea. Tujuan perawatan medis adalah menjaga fungsi-fungsi nafas saat tidur, bukan pada suara dengkuran. Tapi jangan khawatir, dengan melakukan perawatan pada saluran nafas, otomatis suara dengkuran turut hilang. Jangan abaikan dengkuran. Dengan semakin banyaknya bukti-bukti ilmiah bahaya mendengkur, sudah selayaknya kita tak lagi mengabaikan pendengkur di sekitar kita. Seorang pendengkur hanya tahu dirinya mendengkur ketika diberi tahu orang lain. Sering kali saya jumpai pasien terkaget-kaget saat dijelaskan parahnya henti nafas yang ia alami. Ya, penderita sleep apnea tak pernah menyadari apa yang ia alami selama tidur. Bagaimana ia tercekik dan tersedak saat tidur, bagaimana kadar oksigen turun atau bagaimana jantung jadi bekerja keras saat tidur. Jika ada pendengkur di sekitar Anda, jangan ditertawakan. Bisa jadi ia menderita sleep apnea yang mempertaruhkan nyawanya setiap kali tertidur. Peringatkan, ajak ia memeriksakan dirinya. Dengan demikian Anda menyelamatkan hidupnya!   dr. Andreas Prasadja, RPSGT AP Klinik Mendengkur dan Gangguan Tidur

Uncategorized
0

Tidur dan Kecantikan Kulit

Tidur adalah proses aktif yang melingkupi 1/3 waktu hidup manusia. Sayangnya hanya sedikit penelitian yang membahas hubungan kesehatan tidur dengan kecantikan kulit. Padahal, kita sudah lama mendengar tentang beauty sleep. Ya, artinya tidur dapat mempercantik kulit seseorang. Lihat saja, ketika… Continue Reading

Uncategorized
0

Proses Pematangan Saraf Terjadi Saat Tidur

Masih ragu dengan pentingnya kesehatan tidur? Bukti-bukti ilmiah tentang pentingnya tidur terus bertambah. Nah, yang terbaru adalah tentang pentingnya tidur bagi perkembangan otak. Penelitian yang terbit pada American Journal of Physiology: Regulatory,Integrative and Comparative Physiology, edisi Februari 2013 menunjukkan perubahan-perubahan… Continue Reading

Uncategorized
0

Mengantuk Berlebihan

Kadang kala kita memang merasa lelah dan mengantuk. Setelah jam makan siang, kantuk berkunjung dan membuat kita menguap dan mengusap-usap mata. Tetapi sebagian dari kita ada yang amat sulit menahan kantuk. Bahkan kalau diperhatikan ia sepanjang hari bolak-balik menyeduh kopi… Continue Reading

Uncategorized
0

Tentang Tidur

Hal-hal yang seharusnya Anda tahu tentang tidur Masyarakat modern semakin berkurang tidurnya. Penelitian Wehr telah membuktikan bahwa dalam lingkungan tanpa penunjuk waktu kita akan tidur 7-8 jam setiap malamnya. Sayangnya denyut kehidupan modern tak mengijinkan itu. Masyarakat terbiasa terpapar cahaya… Continue Reading

Uncategorized